Peluang Asing untuk Intervensi Aceh Cukup Besar
Jumat, 07 Jan 2005 18:57 WIB
Jakarta - Mantan Ketua MPR Amien Rais juga agak mengerutkan dahinya terhadap banyaknya tentara asing di Aceh. Bagi Amien, ini memang dilematis. Tapi, ini membuka peluang yang lebih besar terhadap adanya intervensi asing. Hal ini disampaikan Amien Rais kepada wartawan di kantor DPP PAN, Jl. Tebet Raya Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (7/1/2005). Amien ditanya wartawan tentang banyaknya tentara asing yang melakukan operasi kemanusiaan di Aceh. "Ini dilema. Kita memang seharusnya malu. Kalau kita tidak siap menangani Aceh, luar negeri melihat peluang untuk melakukan intervensi. Tergantung kepada kita apakah membiarkan tragedi ini begitu saja atau menerima bantuan dan masalah kemanusiaan tereselesaikan," ungkap Amien. Tapi, kata Amien, Indonesia memiliki aparat intelijen dan pengawas lainnya. "Kalau AS dan Australia melebihi tugas-tugas kemanusiaan, itu bisa betul-betul kita lawan. Tapi, kalau benar untuk alasan kemanusiaan, maka sepatutnya kita mengucapkan terima kasih," ujar Amien. Pada kesempatan itu, Amien juga menganggap pemerintah masih lamban dalam menangani masalah Aceh. Meski sudah agak terlambat, Amien meminta penanganan yang terbaik bagi Aceh pasca gempa. "Sejak minggu pertama, pemerintah pusat tidak memadai dalam menangani Aceh. Salah satu contohnya, evakuasi jenazah yang belum selesai," kata Amien. Menurut dia, bila pemerintah tidak tanggap, maka bisa-bisa jumlah korban tewas akan makin banyak. "Kalau pemerintah SBY cerdas dan tanggap dan menyerahkan 5 Divisi berbeda untuk mengevakusi jenazah dan menangani gempa, pasti korban jiwa tidak akan sebesar itu. Pasti sekarang sudah terlambat," kata Amien. Sekarang yang utama, ungkap Amien, pemerintah harus mengatasi kehancuran total di Aceh dengan mobilisasi total dan peran total serta mengerahkan seluruh dana dan daya nasional untuk Aceh.
(asy/)











































