Saudi: Kami Tidak Suka Propaganda

Bantah Pelit Bantu Tsunami

Saudi: Kami Tidak Suka Propaganda

- detikNews
Jumat, 07 Jan 2005 18:08 WIB
Jakarta - Pemerintah Arab Saudi dikritik karena dinilai pelit dalam memberikan bantuan kepada negara-negara korban tsunami, padahal para korban sebagian besar kaum muslim. Namun, pemerintah Arab Saudi membantahnya. Pemerintah Arab menegaskan tidak menyukai propaganda. Apa maksudnya? Bantahan ini disampaikan oleh Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Abdullah Abdul Rahman Alim kepada sejumlah wartawan di Kedubes Aras Saudi, Jl. MT Haryono, Jakarta Timur, Jumat (7/1/2005). Abdullah juga menolak bila pemerintahnya dikatakan terlambat dalam mengeluarkan bantuan untuk korban tsunami, apalagi terhadap Indonesia. "Tidak ada keterlambatan dari kami. Dengan Indonesia, saya sudah melakukan kerja sama selama empat tahun. Dan selama ini, kerja sama kami didasari pada program-program. Kami tidak bisa memberikan bantuan tanpa mengikuti program," kata Abdullah. Saat disebutkan bahwa Arab Saudi dikatakan kikir, karena pertama kali hanya mengeluarkan US$ 10 juta, Abdullah juga membantahnya. Bahkan, saat ini, pemerintahnya meningkatkan bantuan menjadi US$ 30 juta bagi negara-negara korban tsunami. Saat ditanya bahwa bantuannya masih lebih kecil dibanding negara-negara barat, Abdullah menyatakan, pemerintahnya tidak menyukai propaganda. "Kami bersikap realistis. Kami tidak menyukai propaganda. Bila kami menjanjikan sesuatu, pasti kami akan memenuhinya, insya Allah," ungkapnya. Abdullah meminta semua pihak melihat juga kasus terhadap gempa di Bam Iran, setahun lalu. "Sebagai bukti, lihatlah pada saat gempa bumi di Iran. Apakah negara-negara lain memenuhi janjinya? Tapi, Arab Saudi memenuhi janji memberikan bantuan ke Iran," tegasnya. Sementara siaran pers dari Kedutaaan Besar Arab Saudi menyebutkan, selain telah menambah bantuan sebesar US$ 30 juta bagi negara-negara korban tsunami, Arab Saudi juga telah membuka jembatan udaranya untuk mengangkut bantuan kemanusiaan dengan berkoordinasi dengan organisasi-organisasi internasional. Pengiriman bantuan dilaksanakan di bawah pengawasan Yayasan Bulan Sabit Saudi Arabia dengan berkoordinasi dengan Kedutaan Saudi Arabia di negara-negara yang terkena musibah. Pengiriman telah dilakukan sejak tiga hari lalu ke Srilanka dan Maldev. Dan pada hari ini dikirim bantuan ke Indonesia. Raja Arab Saudi Raja Fahd bin Abdul Aziz Al Saud telah memerintahkan warga Arab untuk membantu para korban tsunami. Penggalangan dana dari masyarakat juga telah dilakukan. Dan sampai Jumat (7/1/2005), sudah terkumpul lebih dari US$ 100 juta. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads