Tiga Jembatan Diperbaiki, TNI AD Gelar Syukuran di Aceh
Jumat, 07 Jan 2005 18:04 WIB
Jakarta -
Masyarakat Desa Pasir Lembong, Kacamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan bersama prajurit TNI AD mengadakan syukuran dengan berfungsi kembalinya tiga jembatan yang rusak akibat gelombang tsunami.Selain itu, mereka juga mengadakan acara makan bersama dengan personel TNI AD. Syukuran tersebut langsung dihadiri Kepala Staf AD Jend. TNI Ryamizard Ryacudu, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI T. Pangabean, Bupati Aceh Selatan Teuku Maksalmina Ali, Wakil Bupati Aceh Selatan Harpana Hasan, dan Camat Kluet Selatan Agus Salim di Jembatan Pasir Lembong, Kluet Selatan, Aceh Selatan, Jumat, (7/1/2005).Dalam syukuran tersebut secara simbolik dilakukan penguburan kepala kerbau di dekat jembatan yang sudah diperbaiki oleh pasukan Zeni Tempur Kodam I Bukit Barisan dan masyarakat setempat. Setelah acara simbolik tersebut barulah mereka melakukan makan bersama.Dalam sambutannya Bupati Aceh Selatan Teuku Maksalmina mengatakan, dengan kerjasama antara TNI AD, pemerintah daerah, ulama maupun masyarakat untuk membangun kembali jembatan yang rusak sehingga bisa dinikmati kembali oleh masyarakat yang selama ini kesulitan akibat putusnya jalur lalu lintas Medan menuju Aceh.Namun dia meminta agar kendaraan-kendaraan yang melintas di ketiga jembatan tersebut dibatasi muatannya agar tidak lebih dari 20 ton, karena perbaikan jembatan tersebut sifatnya sementara. Karena itu dia berharap agar jembatan tersebut segera diperkuat kembali.Sementara itu, Kepala Staf AD mengatakan, apa yang terjadi di Aceh saat ini merupakan musibah dan itu merupakan ujian dari Tuhan. Dia lalu mengatakan kepada masyarakat agar tidak terus menerus bersedih karena orang-orang yang tewas dalam bencana alam tersebut dipastikan masuk surga."Kita jangan bersedih terus menerus. Kita harus iklas dan kita harus melanjutkan pembangunan. Kita harus bersatu padu, baik antara rakyat dengan tentara juga polisi. Kalau rakyat dan tentara bekerjasama tentunya pekerjaan perbaikan maupun pembangunan akan lebih cepat," kata dia.Dia juga mengatakan, untuk jalur Meulaboh-Banda Aceh yang mengalami rusak berat dan parah, perbaikannya memerlukan waktu 1-2 tahun karena parahnya kerusakan akibat gempa dan tsunami di kawasan tersebut.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































