Seleksi Menteri detikcom

Bambang Susantono, Emirsyah, dan Jonan Diusulkan Jadi Calon Menhub

- detikNews
Rabu, 17 Sep 2014 10:12 WIB
Jakarta - Tim Pakar dan Pokja Redaksi Seleksi Menteri detikcom memilih 72 nama yang dianggap cocok untuk mengisi kursi menteri di kabinet Jokowi-JK. Nama Bambang Susantono, Emirsyah Satar, dan Ignasius Jonan pun diusulkan untuk menjabat sebagai Menteri Perhubungan.

Ketiga nama ini disepakati oleh Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom yang dipimpin oleh Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Martha Hamzah, dengan empat anggota yakni pakar hukum tata negara Refly Harun, pakar komunikasi dan motivator Aqua Dwipayana, pakar teknologi informasi Onno Widodo Purbo, dan pakar ekonomi Fauzy Ichsan serta tim Pokja Redaksi. Kesepakatan pengusulan dibuat dalam diskusi pada Kamis (11/9/2014) lalu.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono (51 tahun) adalah alumnus ITB yang memperoleh gelar master dan doktor di University of California. Sebelum menjabat sebagai Wamenhub, Bambang adalah Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah dan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia. Ia juga pernah menduduki posisi Komisaris Utama PT. Garuda Indonesia dan Presiden Intelligent Transport System (ITS) Indonesia.

Calon berikutnya adalah Emirsyah Satar (55 tahun). Bos Garuda Indonesia sebelumnya memiliki karier di bidang perbankan hingga menjabat sebagai Wakil Direktur Utama, PT Bank Danamon Indonesia pada periode 2003 - 2005. Alumnus UI ini menyabet gelar Indonesia Most Admired CEO and Companies sebanyak 6 kali berturut-turut.

Adapun Ignasius Jonan (51 tahun) adalah Dirut PT KAI yang sudah berhasil membuat sejumlah perubahan di BUMN tersebut. kinerja Jonan sebagai bos PT KAI sudah diakui lewat sejumlah penghargaan, yaitu The Best CEO BUMN - 2014 dari Bisnis Indonesia Award, Marketeers of The Year - 2013 dari MarkPlus Inc, serta Best of the Best CEO BUMN - 2013 dari majalah BUMN Track. Sebelum masuk ke dunia perkeretaapian pada tahun 2009, Jonan lebih dahulu berkiprah di bidang perbankan.

Program Seleksi Menteri detikcom telah berlangsung sejak 17 Agustus 2014 lalu. Sejumlah kriteria yang digunakan untuk menseleksi adalah kriteria untuk calon menteri yang lolos, yakni usia dengan rentang 38-65, tak catatan hitam di masa lalu, punya prestasi yang fenomenal dan tingkat penerimaan di masyarakat. Masukan dan hasil polling pembaca pun menjadi salah satu pertimbangan.

"Terima kasih kepada para pembaca yang telah berikan kontribusi luar biasa. Semoga bisa bermanfaat buat kami, dan saya tegaskan bahwa kami tak punya kepentingan tertentu. Ini yang membedakan kami dengan yang lain, kami tak punya kepentingan apa pun dan independen. Dengan berbagai argumen dan dapat kami tanggung jawabkan nantinya," kata Pemimpin Redaksi Arifin Asydhad usai Focus Group Discussion (FGD).

(imk/erd)