Banyak Ditemui Wartawan, Ny Agian Kelelahan
Jumat, 07 Jan 2005 17:17 WIB
Jakarta - Nama Ny Agian Isna Nauli (34) kembali moncer setelah diketahui kembali sadar dari koma lebih 5 bulan. Wartawan mengalir menuju ruang perawatannya di Unit Stroke VIP Ruang Suparjo Rustam, RSCM, Jl Diponegoro, Jakpus. Buntutnya, Agian pun kelelahan."Kalau kelelahan, dia sering teriak-teriak," kata Ninda yang lebih sebulan ini terus mendampingi Agian, Jumat (7/1/2005). Ninda adalah aktivis LBH Kesehatan (LBHK). Lembaga ini turut mengadvokasi nasib Agian ketika masih tergeletak koma pasca operasi caesar anak kedua di RSI Bogor, Juli 2004 silam.Salah satu teriakan yang terdengar adalah, "Papi bohongi mami!" Dia berteriak berulang-ulang hingga orang di luar ruangan mendengar. Mengapa dia berteriak seperti itu? "Tadi Bang Hasan bilang tidak jadi pulang hari ini, tapi ditunda besok," jawab Ninda. Yang dimaksud Bang Hasan adalah Hasan Panca Kesuma, suami Agian.Hasan saat ini berada di Medan untuk menjadi relawan bencana tsunami. Ketua LBHK Iskandar Sitorus yang pergi bersama Hasan menyatakan, mereka tidak bisa pulang hari ini karena terkendala tiket pesawat yang melonjak hingga tiga kali lipat."Sejak pagi Ny Agian belum tidur. Siang tadi mencoba tidur, tapi tidak bisa sampai sekarang," kata Ninda. Karena itulah wartawan dilarang melakukan wawancara di dalam ruang perawatan. Yang diizinkan masuk hanya wartawan foto.Berikut petikan tanya jawab dengan Ninda yang ditemui di luar ruang perawatan Agian:Agian sembuh bukan karena terapi medis, tapi karena terapi alternatif?Saya tidak bilang begitu. Memang Ny Agian mendapatkan terapi alternatif dari Manado oleh Tante Lidya. Datangnya tidak tentu, kadang sebulan sekali. Mereka datang sekitar 5 orang. Tapi di sini pelayanan sudah bagus, obat-obatan selalu dikasih tapi memang bukan karena obat-obatan saja. Pengobatan alternatif juga ada untuk membantu-bantu.Apakah Ny Agian sudah tahu soal suntik mati?Tadi pagi mendengar berita di RCTI bahwa dia akan disuntik mati dulu, tapi Ny Agian hanya tertawa. Sebelumnya saya pernah menanyakan sambil bercanda: Mi, katanya mau disuntuk mati ya. Ny Agian hanya menjawab: Siapa bilang, nggak boleh ngomong begitu.Tapi dia tahu nggak maksudnya dia hendak disuntik mati?Saya rasa nggak. Karena syarafnya belum sempurna.Apa benar Hasan tidak sudah lama tidak menunggui Agian belakangan ini?Tidak benar sama sekali. Saya menyayangkan ada isu tersebut. Pada prinsipnya setiap hari sih nggak (menunggui). Tapi setiap hari Bang Hasan nginep di sini.Jadi tak benar Hasan ke Aceh untuk lari dari tanggung jawab? Kalau dia lari dari tanggung jawab, dia nggak mungkin datang ke sini dan tidak menelepon Ny Agian.Berarti Hasan lebih mementingkan kepentingan orang lain dengan berangkat ke Ach daripada menunggui istrinya yang sedang sakit?Mungkin karena jenuh juga menunggu terus di sini. Dia juga kan perlu kerja dan cari uang. Kebetulan saja dia ada yang mengajak. Apa salahnya cari pengalaman.Mengapa Hasan sampai tega meminta suntik waktu itu?Kalau menurut saya, mungkin karena kasihan lihat istrinya seperti ini, seperti yang dikatakan Prof Sembiring (dokter yang merawatnya) yang menyatakan sepertinya kemampuan untuk melihat dan mengenal suaminya saja butuh waktu 1 tahun sehingga Bang Hasan melihat istrinya disiksa seperti ini mungkin jalan terbaiknya melalui suntik mati. Dan mungkin pikirannya kacau mendengar istri yang dicintainya begitu.Ny Agian disebut-sebut kini benci suaminya?Ya nggaklah..nggak benar itu.
(nrl/)











































