PBB Perkirakan Total Bantuan Tsunami Capai US$ 5 Miliar
Jumat, 07 Jan 2005 17:08 WIB
Jakarta - PBB memperkirakan jumlah bantuan internasional yang diberikan negara-negara donor maupun lembaga internasional untuk negara-negara korban tsunami mencapai hampir 5 miliar dolar AS.Namun, tidak semua bantuan tersebut berupa hibah karena sebagian negara memberikannya dalam bentuk pinjaman lunak.Berdasarkan data yang diperoleh detikcom dari Deplu di Jakarta, Jumat, diketahui Australia memberikan paket bantuan bencana alam khusus untuk Indonesia dalam bentuk Indonesian Australian Parthership for Recontruction and Rehabilitation sebesar 1 miliar dolar Australia."Dana itu dibagi dua slot, yang pertama dalam bentuk grant atau hibah sebesar 500 juta dolar Australia. Yang kedua, pinjaman lunak sebesar 500 juta Australia selama 10 tahun tanpa bunga. Dana 1 miliar dolar Australia ini di luar dana sebesar 800 juta dolar Australia bantuan tahunan yang diberikan pemerintah Australia kepada Indonesia," papar Jubir Deplu Yuri Thamrin kepada detikcom dikantornya.Selanjutnya, lembaga Food and Agriculture Organization (FAO) memberikan bantuan darurat sebesar 1,5 juta dolar AS untuk pertanian dan perikanan. Disusul Jepang yang memberikan sumbangan kepada negara-negara yang terkena musibah berupa hibah senilai 500 juta dolar AS, dengan perincian sebesar 250 juta dolar AS diberikan melalui flash appeal PBB. Sementara 250 juta dolar AS lagi diberikan langsung ke negara-negara yang terkena musibah.Sementara itu, Jerman memberikan anggaran khusus untuk RI sebesar 5 juta DM, dan Islamic Development Bank (IDB) memberikan paket bantuan darurat sebesar 500 juta dolar AS kepada negara-negara korban. Dana dari IDB ini antara lain berupa hibah, pinjaman lunak, pinjaman biasa (komersial) dan pembiayaan perdagangan.Sedangkan, Komisi Eropa menjanjikan total 450 juta Euro untuk korban gempa dan tsunami. Jumlah keseluruhan negara-negara Eropa yang memberikan bantuan diperkirakan mencapai 1,5 miliar Euro atau sebesar 2 miliar dolar AS.Selain itu, Uni Eropa juga memberikan pinjaman sebesar 1 miliar euro untuk membangun sistem peringatan dini tsunami di kawasan Samudera Hindia. Sementara, Korea Selatan memberikan paket bantuan senilai 50 juta dolar AS.Saat ditanya mengenai moratorium utang, Yuri mengatakan, sejauh ini rencana tersebut belum dirinci lebih detil. "Kita belum dapat data-data lengkapnya," kata Yuri.
(umi/)











































