Usai datangi Jokowi di rumahnya, Jl. Taman Suropati, Menteng, Jakpus, JK mengatakan menteri koordinator di kabinet Jokowi-JK adalah salah satu jabatan kementerian yang dapat diisi oleh kader partai politik. Salah satunya adalah menko kesra. 16 kementerian yang bisa diisi oleh orang partai disebut JK penentunya adalah sesuai dengan keahliannya.
"Boleh. Menko Kesra boleh. (Penentuannya) sesuai keahliannya. Ada lah nanti rahasia perusahaan, yang isi nanti partai koalisi," ujar JK usai lakukan pertemuan tertutup dengan Jokowi, Selasa (16/8/2014) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persoalan bangsa banyak, kita analisa bagaimana ke depan. Bagaimana kabinet disusun, masih tahap inventarisasi," kata JK.
Mantan Ketum Golkar itu pun menegaskan tidak akan ada kader dari partainya yang mendapat jatah kursi menteri. Pasalnya Golkar tidak berada dalam partai koalisi pengusung Jokowi-JK. Meski begitu, JK mengatakan akan ada beberapa partai baru yang akan bergabung.
"(Golkar) Pasti ndak lah, kan koalisi. (Partai di luar koalisi yang bergabung) ada beberapa. Tinggal menunggu waktu saja, Anda tahu sendirilah siapa," tutur mantan Wapres Kabinet Indonesia BErsatu Jilid I itu.
Mengenai komposisi berapa jatah menteri yang didapat masing-masing partai pengusungnya, disebut JK sesuai dengan porsi dan besar partainya. Itu pun disebut JK masih fleksibel dan harus ada keseimbangan sehingga perlu diatur baik-baik. Parpol yang duluan masuk menjadi pendukung Jokowi-JK menjadi salah satu pertimbangannya.
"(Kabinet diputuskan) sekitar bulan depan lah. (Fit proper) sekitar Oktober lah. Sekarang inventarisasi," jelas JK.
Keputusan final nama-nama menteri dikatakan JK akan diumumkan setelah pelantikan pada 20 Oktober mendatang. "Mugkin 2/3 hari setelah pelantikan sudah bisa diumumkan," tutupnya.
(ear/mpr)










































