Sam, Remaja 14 Tahun dari Keluarga Miskin ini Lumpuh dan Tak Punya Biaya Pengobatan

Sam, Remaja 14 Tahun dari Keluarga Miskin ini Lumpuh dan Tak Punya Biaya Pengobatan

- detikNews
Selasa, 16 Sep 2014 19:43 WIB
Sam, Remaja 14 Tahun dari Keluarga Miskin ini Lumpuh dan Tak Punya Biaya Pengobatan
Sam (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Kalau biasanya remaja laki-laki gemar menghabiskan waktu bersama teman-teman sebayanya bermain sepak bola atau basket, lain halnya dengan Sam Muhamad Putra. Dia hanya bisa terbaring di tempat tidur tak berdaya.

Tubuhnya kurus dan lusuh. Tangan sebelah kiri Sam tampak terlipat kaku tak dapat digerakkan, begitu juga dengan kaki kirinya yang sulit digerakkan.

Ibunya, Iin Aminah, menceritakan kondisi Sam sudah seperti itu sejak 9 bulan lalu. Dikatakannya, Sam mengalami penyempitan tulang belakang dan mengenai syarafnya. Sehingga, anak kedua dari empat bersaudara itu pun harus menghabiskan hari-harinya di atas kasur lesehan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisinya nggak bisa jalan dan nggak bisa ngomong. Ada penyempitan di tulang belakang. Jadi nggak bisa berdiri cuma bisa guling-guling," kisah Iin saat berbincang, Selasa (16/9/2014).

Janda 4 anak ini pun menuturkan mulanya tidak ada yang aneh dengan kondisi Sam. Ia tampak sehat seperti biasanya sebelum membantu Iin jualan plastik di Pasar Cikarang, Bekasi, dekat tempat tinggalnya.

"Sebelum sakit Sam jualan kantong plastik di Pasar Cikarang. Berangkat pagi dan pas pulang sore dalam keadaan sempoyongan. Mulut dan tangan sudah hengkong. Waktu itu masih bisa ngomong tapi nggak bisa diajakin ngobrol," tuturnya.

Sebagai ibu, Iin pun sudah berusaha membawanya ke rumah sakit. Namun apa daya karena terbentur masalah ekonomi, perempuan yang sehari-hari berjualan di pasar itu memutuskan untuk merawatnya seorang diri di rumah.

"Saya nggak punya uang. Cuma pernah sekali ada rezeki saya bawa ke dokter. Pas dokter bilang harus dirawat dan dioperasi, saya nggak berani karena nggak punya dana," lanjut Iin.

Sam sama sekali tidak dapat berjalan maka setiap kali hendak membuang air kecil, Iin harus menyediakan botol minuman untuk menampung air seninya. Bila ia ingin buang air besar, Iin harus menggendong dan mendudukkannya di kloset kamar mandi.

"Kalau mau buang air besar digendong berdua sama adiknya. Itu pun harus saya miringin dulu di kamar mandi supaya bisa dibersihin," ujarnya.

Sehari-harinya mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Ya, Sam tidak dapat lagi berkomunikasi seperti sedia kala. Tak banyak kata-kata yang bisa diucapkannya.

"Kalau kepengen makan dia teriak 'Mam..mam' gitu. Dia cm bisa 'A' sama 'Mam'. Kalau pengen pipis pegang celananya," tutur Iin.

Perempuan yang sudah bercerai dengan suaminya sejak 3 tahun lalu itu berharap kondisi anaknya bisa pulih kembali. Tak banyak yang dia inginkan, hanya ingin mendengar Sam memanggilnya dengan sebutan 'Ibu' lagi sudah dirasa lebih dari cukup.

"Saya sih terserah sama Allah saja. Kalau anak saya harus sembuh saya pengen sembuh dulu anak saya. Saya nggak pengen apa-apa saya cuma mau anak saya sembuh. Minimal dia bisa ngiomong dan manggil saya 'Mama' kayak dulu," pungkasnya.

Uluran tangan pun dinantikan Iin dan keluarganya agar dapat membawa Sam ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan. Himpitan ekonomi yang dialaminya kini membuatnya sulit menyembuhkan kondisi putra kesayangannya tersebut.

Bantuan dapat di kirimkan melalui Bank BNI, cab.bekasi, dengan nomor rekening 0299618356 A/n. Iin Aminah (ibu kandung sam).

(aws/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads