Kandidat pertama adalah mantan Gubernur BI Darmin Nasution. Pria berusia 65 tahun itu tak asing lagi dengan dunia keuangan dan moneter. Karier Darmin diawali dengan menjadi Direktur Utama Lembaga Pengkajian Ekonomi Masyarakat-Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jabatan yang pernah diduduki Darmin kemudian adalah Direktur Jenderal Lembaga Keuangan, Gubernur OPEC Fund untuk Indonesia, Kepala Bapepam-LK,Direktur Jenderal Pajak, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, dan kemudian Gubernur Bank Indonesia.
Tim Seleksi Menteri detikcom juga mengusulkan agar Menteri Keuangan Chatib Basri (49 tahun) menjadi Menko Perekonomian. Sebelum menjabat sebagai Menkeu, Chatib pernah menduduki posisi Kepala BKPM dan Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional. Posisi Komisaris Independen di PT Indika Energy Tbk, PT Astra Otoparts, PT Semen Gresik, dan PT Astra Internasional juga pernah ia pegang. Chatib pernah menjadi pengajar di FE UI dan Direktur LPEM FE UI pula.
Adapun Sofyan Djalil, pria berusia 61 tahun itu, adalah lulusan Hukum Bisnis dari Universitas Indonesia. Ia adalah Menteri BUMN pada periode 2007-2009 lalu. Sejumlah pengalaman pernah dijalani pria berusia 60 tahun ini, mulai dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Tim mediasi perundingan pemerintah RI dan GAM di Helsinki, dan Anggota Tim Ahli, Komite Nasional Good Corporate Governance.
Ketiga nama ini disepakati oleh Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom yang dipimpin oleh Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Martha Hamzah, dengan empat anggota yakni pakar hukum tata negara Refly Harun, pakar komunikasi Aqua Dwipayana, pakar teknologi informasi Onno Widodo Purbo, dan pakar ekonomi Fauzy Ichsan serta tim Pokja Redaksi. Kesepakatan pengusulan dibuat dalam diskusi pada Kamis (11/9/2014) lalu.
Program Seleksi Menteri detikcom telah berlangsung sejak 17 Agustus 2014 lalu. Selain mempertimbangkan polling dan masukan pembaca, sejumlah kriteria yang digunakan untuk menseleksi adalah kriteria untuk calon menteri yang lolos, yakni usia dengan rentang 38-65, tak catatan hitam di masa lalu, punya prestasi yang fenomenal dan tingkat penerimaan di masyarakat.
(imk/erd)











































