60 Tahun: Austria Mitra Kokoh Indonesia

Laporan dari Wina

60 Tahun: Austria Mitra Kokoh Indonesia

- detikNews
Senin, 15 Sep 2014 22:59 WIB
60 Tahun: Austria Mitra Kokoh Indonesia
Wina -

Austria telah lama menjadi mitra yang dapat diandalkan dan kokoh untuk Indonesia. Hubungan kedua bangsa bahkan telah dimulai sebelum kemerdekaan Indonesia.

Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Republik Austria dan Republik Slovenia Rachmat Budiman dalam sambutan pembukaan perayaan 60 Tahun Hubungan RI-Austria di Wiener Konzerthaus, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (13 September 2014) dinihari WIB.

"Hubungan bilateral kedua negara kemudian mengkristal dalam hubungan diplomatik resmi pada 1954," tegas Dubes pada perayaan berlabel Indonesian Cultural Evening.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dubes, hubungan erat antara masyarakat Indonesia dan Austria sangat penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Kecenderungan kunjungan antara warga kedua negara terus meningkat pesat dalam dua tahun terakhir.

"Hal ini juga memungkinkan orang untuk mempelajari lebih lanjut satu sama lain," imbuh Dubes.

Disampaikan bahwa Indonesia dan Austria juga berbagi minat dalam hubungan ekonomi. Saat ini terdapat sejumlah perusahaan Austria penting yang sudah beroperasi di Indonesia.

Demikian halnya dengan keahlian Austria dalam bidang usaha kecil dan menengah juga memberikan pengembangan keterampilan untuk pembangunan sosial di Indonesia.

Langkah-langkah penting juga telah diambil untuk lebih memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak, termasuk saling kunjungan pejabat tingkat tinggi Austria ke Jakarta pada Januari 2013 dan Mei tahun ini.

Peran Penting

Hubungan sosial budaya merupakan yang paling penting bagi kedua negara. Dalam hal ini bersama-sama dalam menangani isu-isu kerjasama antar agama dan antar budaya melalui dialog.

Dialog antar-keyakinan antara kedua negara adalah contoh nyata tentang bagaimana hubungan budaya dapat memainkan peran penting dalam memberikan pemahaman saling kuat satu sama lain.

Persahabatan kedua negara tampaknya otentik karena RI-Austria berbagi banyak nilai-nilai yang sama dan pandangan tentang berbagai topik, termasuk pembangunan, demokrasi dan perlindungan HAM.

"Saya senang bahwa kita telah mampu bekerjasama dalam banyak bidang ini dan berharap untuk bekerja bahkan lebih erat lagi dalam bidang-bidang baru lainnya dan inovatif," tandas Dubes.

Sumber Inspirasi

Sebelumnya Dubes menyampaikan bahwa kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 yang diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta telah mengubah keyakinan bangsa Indonesia.

Hari ulang tahun kemerdekaan itu menjadi sumber inspirasi serta aspirasi. Kemerdekaan Indonesia tidak diberi, tetapi dicapai dengan melalui pengorbanan, komitmen, dan visi bersama.

Bangsa Indonesia terus mempertahankan kemerdekaan dengan terlibat secara sistematis dalam reformasi demokrasi dan pemerintahan yang baik, memajukan dan melindungi HAM dan pembangunan sosial-ekonomi.

Indonesia juga terus berusaha berbagi nilai-nilai serta pengamalan dengan masyarakat internasional melalui dialog dan pertukaran pengalaman, melalui kerjasama di berbagai bidang dan fora, untuk mempromosikan pencapaian perdamaian dan kemakmuran, bagi bangsa Indonesia dan lainnya.

Pada kesempatan itu Dubes menyampaikan terimakasih kepada pemerintah dan rakyat Austria untuk persahabatan dan kerjasama selama ini, juga kepada Osterreichischer Rundfunk (Jaringan Televisi dan Radio Austria) dan Kemenparekraf RI.

"Saya yakin kerjasama bilateral, kemitraan, dan tugas yang kita usahakan akan menguntungkan kedua negara dan rakyatnya," pungkas Dubes.

Serangkaian dengan perayaan 60 Tahun Hubungan Bilateral RI-Austria ini sehari sebelumnya juga digelar Austria-Indonesia Economic Forum, di mana Kepala BKPM menyampaikan kepada komunitas bisnis Austria mengenai beberapa perkembangan signifikan, perubahan, prospek bisnis serta peluang investasi di Indonesia.



(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads