Kapolri Pantau Penjualan Anak Aceh Korban Tsunami

Kapolri Pantau Penjualan Anak Aceh Korban Tsunami

- detikNews
Jumat, 07 Jan 2005 15:20 WIB
Jakarta - Bencana tsunami dengan korban tewas 94.200 orang telah mengakibatkan anak-anak Aceh menjadi yatim piatu. Penjualan anak berpotensi terjadi pasca tsunami."Memang muncul berbagai masalah pasca bencana seputar keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti penjualan anak-anak di daerah bencana maupun di tempat-tempat pengungsi termasuk di Medan dan Jakarta," kata Kapolri Jenderal Pol. Da'i Bachtiar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/1/2005)."Kita memantau jangan sampai ini terjadi. Memang belum ada tetapi harus terus dilakukan pengawasan dan penyelidikan," lanjutnya.Dalam kesempatan itu, Kapolri mengatakan aksi penjarahan milik warga Aceh terjadi di beberapa tempat. "Kita mengantisipasi kemungkinan adanya penjarahan barang-barang yang bukan merupakan kebutuhan mendasar, seperti makanan dan pakaian dengan berpura-pura mengupayakan pertolongan atau mencari korban tetapi mencari barang-barang berharga," ungkap dia."Kita juga mengantisipasi adanya gangguan GAM. Seperti diketahui, kemarin ada peristiwa anggota Polri di Sabang yang sedang mencari keluarga kemudian ditembak GAM. GAM masih melakukan penyerangan karena itu langkah petugas siap dengan senjata agar mampu menghadapi serangan GAM," paparnya.Selain mengamankan pengungsi, lanjut Kapolri, pihaknya juga mengamankan pengiriman bantuan melalui jalur darat yang masuk ke berbagai daerah, umumnya dari arah Sumatera Utara ke Banda Aceh dan Meulaboh yang dicegat GAM. (aan/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini