Ratusan Warga Yogya Rebutan Bakpia

Ratusan Warga Yogya Rebutan Bakpia

- detikNews
Minggu, 14 Sep 2014 19:06 WIB
Ratusan Warga Yogya Rebutan Bakpia
Warga berebutan gunungan bakpia (Bagus K/ detikcom)
Yogyakarta - Ratusan warga Yogyakarta memperebutkan ribuan bakpia di pusat oleh-oleh khas Yogyakarta di Pathuk, Ngampilan Kota Yogyakarta. Acara Merti Bakpia digelar di Jl KS Tubun, Kecamatan Ngampilan.

Jalan KS Tubun merupakan tempat pertama kali makanan bakpia dikenal menjadi oleh-oleh khas dari Yogyakarta. Di sekitar Kecamatan Ngampilan terutama Kampung Purwodiningratan, Sanggrahan ada lebih dari 130 pengusaha bakpia yang tergabung dalam kelompok usaha kecil menengah (UKM).

Acara Merti Bakpia sore itu diprakarsai oleh dua kelompok yakni Koperasi Sumekar dan Paguyuban Laris Manis. Kedua kelompok usaha ini mengusung ribuan bakpia yang ditempatkan di Gunungan Lanang dan Wadon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada lebih dari 6 ribu buah bakpia. Semua produksi warga Ngampilan yang tergabung dalam Koperasi Sumekar dan Paguyuban Laris Manis," kata Ketua Panitia, Sigit Cahyono kepada detikcom seusai acara, Minggu (14/9/2014).

Menurut Sigit, dalam acara Merti Bakpia yang diawali dengan kirab gunungan di sepanjang Jl KS Tubun hingga depan Pabrik Tegel Cap Kunci. Kirab gunungan yang diikuti para pengusaha bakpia itu juga bernuansa tradisional.

"Ini mengandung maksud bila para pengusaha bakpia itu dalam membuat makanan bakpia tetap menggunakan tenaga manusia. Sampai saat ini belum ada alat modern yang bisa membuat bakpia yang berbentuk bulat dan kecil-kecil itu. Semua dikerjakan oleh manusia," katanya.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang hadir membuka acara tersebut mengungkapkan bakpia sudah menjadi oleh-oleh makanan khas Yogyakarta. Kawasan Ngampilan terutama di sepanjangan Jalan KS Tubun merupakan tempat asli atau pertama kali munculnya bakpia.

"Sekarang ini sudah banyak warga yang membuat bakpia tapi bukan dari Ngampilan. Ada yang dari timur, selatan, barat dan utara Yogyakarta. Bakpia yang asli ya dari sini (Ngampilan-red)," tegas Haryadi.

Oleh karena banyaknya warga masyarakat yang antusias ingin memperebutkan makanan yang terbuat dari tepung terigu, kacang hijau dan gula pasir itu Haryadi kemudian ikut mengatur agar saat memperebutkan berjalan tertib.

"Saya minta yang gunungan wadon tetap di dekat panggung. Yang gunungan lanang ada geser ke barat," pintanya.

Setelah digeser oleh petugas, anak-anak hingga orangtua sudah tidak sabar untuk merayahnya. Begitu diturunkan langsung dirayah hingga ludes. Tidak sampai 5 menit ribuan bakpia itu sudah ludes diambil warga.

Warga yang mendapatkan bakpia yang terbungkus plastik itu kemudian menukarkan voucher di tenda-tenda yang telah disiapkan. Sebab satu buah bakpia di dalam plastik itu sudah ada voucher untuk menukarkannya.

(bgs/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads