Badan Intelijen Negara (BIN) terus menelusuri latar belakang empat orang WN Turki yang ditangkap di Sulawesi Tengah. BIN juga mendalami keterkaitan mereka dengan kelompok ISIS.
"Kalau tujuannya bergabung dengan kelompok Santoso patut diduga bahwa mereka suatu aliran, bahwa mereka kelompok keras. Tetapi apalagi kelompok keras itu berasal dari Timur Tengah yang juga tidak jauh dari berkembangnya ISIS. Tentu perlu pendalaman, nanti setelah ini kita berikan informasi lebih lengkap," ujar Kepala BIN Marciano Norman di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Minggu (14/9/2014).
Kemungkinan keterkaitan kelompok ini dengan ISIS ditelusuri dengan media sosial dan sarana komunikasi lainnya yang dipakai oleh mereka. Namun menurutnya, perlawanan berupa penolakan masyarakat terhadap ISIS telah berhasil membatasi ruang gerak mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marciano menjelaskan, keempat orang tersebut bergabung dengan kelompok yang ada di Poso. Penangkapan ini dilakukan saat polisi melakukan razia.
Polisi juga melakukan pemeriksaan sedetail mungkin untuk mengantisipasi dan melihat kemungkinan ada anggota yang lainnya. Dia menegaskan pemeriksaan terus berlanjut untuk mengetahui tujuan dari keempat WN Turki ini.
"Dan kita akan bicarakan secara komperhensif dengan semua pihak dan sekarang ini di lapangan telah berjalan dan kepolisian berjalan terus dan sekarang mereka sedang melakukan pemeriksaan-pemeriksaan secara ketat," tutur Marciano.
(sip/rmd)











































