Minggu (14/9/2014), Ahok dan Lulung muncul dalam acara penutupan Lebaran Betawi 2014 di silang Monas timur laut, Jakarta Pusat. Keduanya mengenakan jas tutup khas Betawi dan kopiah berwana hitam. Mereka saling sapa bahkan sempat cipika-cipiki saat baru bertemu.
Adegan itu menarik perhatian para undangan dan wartawan. Pasalnya, belakangan mereka sempat bersitegang karena ucapan Ahok terkait RUU PIlkada yang menyebut kepala daerah berpotensi menjadi sapi perah anggota dewan jika Pilkada dilaksanaka oleh DPRD. Merasa tersinggung, Lulung melontarkan ucapan keras dengan menyebut akan membinasakan karier politik Ahok dan menggalang interpelasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sadar konfliknya dengan Haji Lulung ramai dibicarakan, dalam sambutannya, Ahok menyebut Lulung sebagai partnernya mengurus Jakarta.
"Yang terhormat Wakil DPRD Haji Lulung. Temen baik saya, partner terus," ujar Ahok yang disambut tawa dan tepuk tangan pengunjung.
Eks Bupati Belitung Timur itu juga menyatakan Haji Lulung mendukung APBD 2015 cepat disahkan untuk memperbaiki sistem Kartu Jakarta Pintar (KJP). Usai acara, saat ditanya wartawan tentang hubungannya dengan Haji Lulung, Ahok menyatakan selalu menjalin silaturahmi dan sudah berdamai.
"Enggak (berselisih), kami selalu silaturahmi, sudah damai," ujar Ahok.
Saat ditanya apa saja yang mereka obrolkan, Ahok berkelakar ia minta izin Haji Lulung untuk meminjamkan mobil Lamborghini yang digunakan Lulung saat pelantikan DPRD baru.
Ditemui terpisah, Lulung mengatakan perbincangannya dengan Ahok memang tak jauh dari keributan keduanya soal RUU Pilkada. Ia menyatakan akan mendukung Ahok sebagai gubernur sampai selesai tapi meminta Ahok tak lagi meledak-ledak bicaranya.
"Politik ini harus kompromi. Yang penting abang kita ganteng itu, Pak Ahok, udahlah manis-manis aja bicara. Ai dukung," ujar Haji Lulung.
Inilah foto-foto kemesraan Ahok dan Lulung:
(bil/nrl)











































