Mustofa (31), pelaku pembunuhan mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip), Ina Winarni (21), dibawa ke lokasi kejadian di perumahan mewah Graha Estetika, Jalan Raya Estetika Blok G nomor 26, Kelurahan Pedalangan Banyumanik, Semarang untuk mendalami keterlibatan orang lain.
Pukul 14.15, Minggu (14/9/2014) Mustofa tiba dilokasi dibawa tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Ia berjalan pincang karena luka tembak di kaki kiri akibat usahanya kabur dari polisi. Pengakuan pelaku yang berubah-ubah membuatnya dibawa ke lokasi kejadian.
"Ditanya masih mencla-mencle (berkelit), makanya kami bawa ke sini. Untuk mengetahui ada tidaknya keterlibatan orang lain," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto kepada detikcom di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah bawa tali. Saya tutup mulutnya, saya ikat tangannya," ujar Mustofa sebelum dibawa masuk ke rumah korban.
Jenazah Ina Winarni ditemukan pamannya, Umar Sahid hari Selasa (9/9) lalu sekitar pukul 22.00. Saat salat, dia melihat ada kaki di bawah kolong tempat tidur. Kondisi Ina saat itu tewas dengan tangan diikat dan mulut serta hidung disumpal kain.
Saat ini pelaku masih dimintai keterangan di lokasi untuk mengetahui keterlibatan orang lain dan cara pelaku membawa motor korban tanpa kepergok penjaga keamanan.
(alg/nrl)











































