UNICEF Tangani 100 Ribu Lebih Anak yang Trauma di India

UNICEF Tangani 100 Ribu Lebih Anak yang Trauma di India

- detikNews
Jumat, 07 Jan 2005 14:14 WIB
Jakarta - Lebih dari 100 ribu anak-anak mengalami trauma akibat kematian keluarga mereka di negeri bagian Tamil Nadu, India selatan yang terkena bencana tsunami. Badan Dana Anak PBB atau UNICEF akan memberikan konseling bagi anak-anak tersebut.Tsunami dahsyat meluluhlantakkan Tamil Nadu pada 26 Desember lalu dan menewaskan 7.932 orang. UNICEF menyatakan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan departemen sosial dan pendidikan Tamil Nadu untuk mengimplementasikan program layanan dan dukungan psikologis. "UNICEF menggapai lebih dari 100.000 anak di 13 distrik di Tamil Nadu untuk membantu mereka pulih dari trauma psikologis bencana tsunami," demikian disampaikan UNICEF dalam statemen yang dirilis di New Delhi, India seperti dilansir AFP, Jumat (7/1/2005).Perwakilan UNICEF di India, Cecilio Adorna mengingatkan pentingnya upaya membantu anak-anak mengatasi trauma mereka dengan mengembalikan mereka ke bangku sekolah. Hal ini perlu dilakukan segera."Sebagian dari anak-anak tersebut telah melihat orangtua mereka, saudara dan teman-teman meninggal. Banyak yang telah terpisah dari keluarga. Lingkungan keluarga yang aman, sekolah dan tempat bermain telah berubah untuk selamanya," tukas Adorna."Banyak anak yang merespons pengalaman traumatis mereka dengan menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan, kehilangan nafsu makan dan penarikan diri. Luka-luka fisik mereka yang selamat akan sembuh dengan cepat dengan diberikannya penanganan yang tepat," tuturnya."Akan tetapi, kerusakan psikologis bisa permanen jika kita tidak cepat memberikan bantuan yang diperlukan anak-anak untuk kembali gembira," imbuhnya.Karena anak-anak tersebut hanya bisa mengerti bahasa India setempat, UNICEF telah merangkul para relawan berbahasa Tamil dari organisasi pemuda India, Nehru Yuva Kendra (Nehru Youth Centre).Sejauh ini, angka resmi jumlah korban yang dipastikan meninggal akibat tsunami di India sebanyak 9.986 jiwa, sementara 5.679 hilang, sebagian besar dinyatakan meninggal. (ita/)


Berita Terkait