Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto mengatakan CCTV yang berada di tetangga depan rumah korban di Jalan Estetika Raya Blok G 26 merekam saat pelaku keluar rumah itu sambil membawa motor matic korban ke arah kanan.
"Terpantau jam 12.30 WIB, tapi setelah itu belum diketahui lewat mana untuk kabur," kata Wika, Sabtu (13/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai membunuh dan membawa mayat korban ke bawah kolong tempat tidur, pelaku membawa kabur handphone dan motor korban. Diketahui di perumahan elit tersebut hanya ada satu akses keluar masuk untuk umum yang dijaga petugas keamanan. Diduga pelaku membawa kabur motor korban melewati akses truk yang berbatasan dengan Kelurahan Kramas dan Kecamatan Tembalang.
Diketahui Mustofa adalah pekerja bangunan yang sedang mengerjakan rumah di sebelah rumah korban. Kepala tukang tempat pelaku bekerja, Noor Huda mengatakan tidak tahu kapan tepatnya pelaku masuk ke rumah korban. Ia hanya tahu saat sekitar jam istirahat, jam 12.00-13.00 WIB, pelaku pamit pulang ke Kudus.
"Dia pamit pulang ke Kudus karena sakit pinggang. Barangnya sudah dikemasi," kata Huda saat ditemui detikcom di Mapolsek Banyumanik Semarang.
Sementara itu adik ipar pelaku yang juga buruh bangunan, Harun Arasyid (19) mengatakan tidak tahu kakaknya itu pergi. Ia tahu setelah melihat motor Yamaha Jupiter kakaknya sudah tidak di lokasi kerja.
"Saya masih tidur. Saya tahunya motor sudah tidak ada dan dikasih tahu kalau dia pulang ke Kudus," ujarnya.
Harun menambahkan, kakak iparnya itu memang sering berulah dan mabuk-mabukan. Padahal Mustofa harus membiayai istri dan anaknya yang masih enam bulan.
"Ya orangnya seperti itu, kemaki," tegasnya.
Pelaku sudah ditangkap di rumah orang tuanya di Undaan, Kudus Jumat (12/9) sore kemarin oleh Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Ia kemudian diminta menunjukkan barang bukti motor yang ternyata disembunyikan di Pati.
Saat menunjukkan barang bukti tersebut ternyata pelaku berusaha melawan dan kabur hingga terpaksa petugas melepas timah panas ke kaki kiri Mustofa. Hingga saat ini pelaku masih dimintai keterangan untuk mendalami kasus tersebut termasuk dugaan pelaku yang lebih dari satu orang.
"Dugaan Sementara barang bukti motor belum akan dijual, tapi hanya disembunyikan di Pati," pungkas Wika.
Diberitakan sebelumnya, jenazah Ina Winarni ditemukan pamannya, Umar Sahid hari Selasa (9/9) sekitar pukul 22.00 WIB saat salat di bawah kolong tempat tidur di perumahan mewah Graha Estetika, Jalan Raya Estetika Blok G nomor 26, Kelurahan Pedalangan Banyumanik, Semarang. Kondisi Ina saat itu tewas dengan tangan diikat dan mulut serta hidung disumpal kain.
(alg/kha)











































