Sejarawan: Tugu Berbentuk Obelisk di Taman Proklamasi Wujud Perjuangan Perempuan

Sejarawan: Tugu Berbentuk Obelisk di Taman Proklamasi Wujud Perjuangan Perempuan

- detikNews
Sabtu, 13 Sep 2014 18:15 WIB
Sejarawan: Tugu Berbentuk Obelisk di Taman Proklamasi Wujud Perjuangan Perempuan
Jakarta - Tugu berbentuk obelisk di Taman Proklamasi menarik perhatian karena memiliki kemiripan dengan tugu-tugu obelisk lain di dunia, seperti bentuk Monumen Washington di Amerika Serikat. Namun sebenarnya tugu tersebut sejatinya merupakan wujud perjuangan kaum perempuan di masa kemerdekaan.

"Tugu itu juga sejarahnya sudah mulai dilupakan. Sederhana saja, itu tugu didirikan sebagai bentuk perjuangan perempuan Indonesia karena memang yang paling banyak hadir ketika proklamasi kan kaum perempuan," ujar sejarawan JJ Rizal ketika berbincang dengan detikcom, Sabtu (13/9/2014).

Rizal juga menegaskan tidak ada simbolisasi tertentu apabila tugu tersebut memiliki bentuk seperti obelisk. Sejarawan yang rencananya mencalonkan diri menjadi Walikota Depok ini melihat tugu itu penting karena mewakili peran perempuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu cuma karena mereka dalam tempo yang cepat bagaimana membuat monumen, jadi jangan dipikirkan simbolisasinya. Saya nggak melihat kesan simbol apa, tapi kesan tempat pentingnya peran perempuan. Itu aspek yang penting," tegas Rizal.

Tugu berbentuk obelisk itu, berdasarkan informasi diresmikan pada 17 Agustus 1946. Dikutip dari wikipedia, disebutkan kalau tugu itu didirikan oleh Yos Masdani Tumbuan. Dalam buku "19 Desember 1948 Perang Gerilya Perang Rakyat Semesta", hasil wawancara dengan Titiek WS, disebutkan pada Juni 1946, Yos Masdani sebagai seorang mahasiswi anggota Ikatan Wanita Djakarta diminta membuat tugu peringatan proklamasi. Permintaan itu disampaikan Ratulangi dan Mien Wiranatakusumah (kemudian hari dikenal sebagai Ny Mien Sudarpo Sastrosatomo).

Sayangnya masih tak ada penjelasan mengapa bentuk tugu mengambil bentuk obelisk. Mungkin saja sang pembuat meniru tugu serupa yang ada di kota-kota lain di dunia. Obelisk yang banyak dikait-kaitkan dengan simbol illuminati ini sebenarnya simbol umum yang banyak terdapat di kota besar di dunia.

Bisa saja agak berlebihan bila mengaitkannya dengan Illuminati, simbol obelisk Mesir, dan Piramid. Karena bentuk obelisk ini diartikan juga lambang kemakmuran.

Selain itu, Soekarno pernah berpidato menyinggung tugu berbentuk obelisk yang disebut sebagai tugu Linggarjati. Dalam pidato di sidang pleno Depernas (Bapenas sekarang-red) di Bandung pada 13 Agustus 1960, dia menyebut tugu obelisk itu sebagai tugu Linggarjati, bukan tugu proklamasi. Dalam pidato yang dikutip dari dokumen Bapenas, Sabtu (13/9/2014) Soekarno meminta tugu itu dibongkar saat 17 Agustus 1960.

Tak hanya itu saja, Soekarno dahulu juga sempat meminta pembongkaran rumah di Pegangsaan Timur itu. Tugu Proklamasi dahulu merupakan kediaman Soekarno, tempat pembacaan Proklamasi.

Tak jelas informasi mengapa tugu itu dinamai Soekarno tugu Linggarjati. Mungkin saja ada kaitan dengan perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati di kawasan Kuningan dan Cirebon, Jawa Barat.

Tugu berbentuk obelisk itu masih berdiri kokoh di tempatnya. Di tugu setinggi dua sampai tiga meter dengan puncak berbentuk prisma itu tertempel keterangan, 'Peringatan Satoe Tahoen Repoeblik Indonesia Atas Oesaha Kaoem Wanita Djakarta'. Sementara di sisi sebaliknya ada pula 2 buah ukiran plakat.

Plakat‎ pertama yaitu salinan teks proklamasi yang dibacakan Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 saat menyatakan kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, plakat lainnya berada di bawah plakat itu yang berupa gambar peta wilayah Indonesia yang berupa kepulauan.

(ndr/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads