βKita memang betul-betul cari orang yang komitmen. Bukan sekedar yang jobseeker,β kata Juru Bicara Panitia Seleksi, Imam Prasodjo, saat jumpa pers di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/9/2014).
Menanggapi jumlah pendaftar yang tak terlalu banyak, Imam mengaku tak masalah. Dia menduga orang enggan ikut seleksi karena tak tahan dengan prosesnya yang ketat dan panjang. Apalagi untuk menjadi pimpinan lembaga antikorupsi itu, seorang calon harus siap diperiksa rekam jejaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seleksi yang dilakukan saat ini adalah untuk mencari satu pimpinan yang akan menggantikan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas yang akan pensiun tahun ini. Imam menjelaskan, pihaknya melakukan seleksi ketat antara lain melibatkan intelijen dan publik untuk menelusuri rekam jejak para kandidat.
"Setelah 15 September diumumkan secara rinci 11 nama itu, akan ada profile assessment yang pada 18 September oleh tim independen sambil nunggu tanggapan masyarakat. Setelah itu akan ada lagi tracking rekam jejak pada 26 September. Itu akan jadi masukan buat kita untuk memeras dan mengkaji lagi sampai tahap berikutnya nanti yakni wawancara mendalam pada 9-10 Oktober," jelasnya.
(ros/mpr)











































