Antisipasi Tahanan Kabur, Polri Harus Total Mengevaluasi Pengamanan Polsek

Antisipasi Tahanan Kabur, Polri Harus Total Mengevaluasi Pengamanan Polsek

- detikNews
Sabtu, 13 Sep 2014 16:39 WIB
Antisipasi Tahanan Kabur, Polri Harus Total Mengevaluasi Pengamanan Polsek
Tahanan pondok gede yang kabur
Jakarta - Tahanan kabur dari kantor kepolisian sektor (Polsek) terjadi hampir setiap tahun. Untuk mengantisipasi agar ke depan tidak terjadi lagi hal serupa, Polri harus mengevaluasi secara total termasuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas personel yang bertugas di sana serta melengkapi jumlahnya sesuai yang ada dalam struktur.

"Setiap ada tahanan kabur dari Polsek, yang muncul adalah keprihatinan dan tanda tanya besar kenapa itu bisa terjadi. Namun jika dilihat kondisi Polsek pada umumnya maka akan ditemukan jawaban penyebabnya. Polri harus segera mencari solusi terbaik dan komprehensif agar kejadian yang sama tidak terulang kembali," ungkap pengamat kepolisian dan militer Aqua Dwipayana saat diminta tanggapannya pada Sabtu (13/9/2014)mengenai masih terjadinya tahanan kabur dari Polsek.

Terakhir Jumat subuh (12/9/2014) enam tahanan kabur dari Polsek Pondok Gede, Polres Bekasi Kota. Mereka terdiri atas satu orang pelaku curanmor dan lima pengguna dan pengedar narkoba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Petugas gabungan dari Polsek, Polres Kota Bekasi dan Polda Metro Jaya sedang melakukan pencarian. Enam orang yang kabur itu terdiri atas satu orang pelaku curanmor dan lima pengguna dan pengedar narkoba," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Jumat.

Menurut Rikwanto, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan enam orang yang sudah 20 hari mendekam dalam tahanan polsek itu melarikan diri antara pukul 04.00 WIB-05.00 WIB dengan cara menggergaji terali besi ventilasi kamar mandi.

"Setelah itu mereka masuk ke ruang barang bukti, menjebol plafon dan melarikan diri lewat genteng," tuturnya.

Dia menambahkan barang bukti yang ditemukan di TKP adalah gergaji dan potongan-potongan besi.

Menurut Aqua kejadian tahanan kabur dari Polsek agar menjadi perhatian serius bagi Kapolri Jenderal Sutarman. Apalagi hal serupa hampir setiap tahun terjadi di berbagai Polsek.

"Saat ini ada sekitar 4.800 Polsek yang tersebar di 31 Polda di Indonesia. Belajar dari kejadian tahanan kabur dari berbagai Polsek, agar Polri serius mengevaluasi secara total kondisi di tiap-tiap Polsek termasuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas personel yang bertugas di sana serta melengkapi jumlahnya sesuai yang ada dalam struktur," ungkap pakar komunikasi ini yang telah berkunjung ke ribuan Polsek dari Aceh sampai Papua.

Berdasarkan pengamatan anggota Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom ini, kondisi Polsek-Polsek di Indonesia pada umumnya masih jauh dari ideal bahkan ada yang memprihatinkan. Penyebabnya sangat kompleks. Selain karena keterbatasan anggaran di Polri sehingga tidak bisa membangun Polsek yang bagus lengkap dengan sarana dan prasarananya, juga karena umumnya personil yang ada jumlahnya terbatas, belum sesuai dengan yang ada di struktur Polsek.

Akibat dari itu maka muncul berbagai masalah di Polsek yang di antaranya adalah kaburnya para tahanan. Jika akar masalahnya tidak segera diperbaiki, pakar komunikasi yang sudah memotivasi belasan ribu anggota Polri ini yakin kejadian yang sama akan terus terulang kembali.

"Setiap ada tahanan yang kabur dari Polsek pasti yang disalahkan adalah polisi. Kejadian itu menyebabkan turunnya citra Polri karena dianggap tidak mampu menjaga para tahanan. Tapi jika dilihat masalahnya secara menyeluruh, tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Polri. Pemerintah ikut andil juga bersalah sebab anggaran yang diberikan ke institusi tersebut tidak cukup untuk membangun Polsek yang ideal," ujar Aqua yang pernah jadi dosen Komunikasi di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri.

Untuk membangun semua Polsek agar ideal, ungkap Aqua butuh waktu yang relatif lama sebab pemerintah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk itu. Sehingga yang bisa dilakukan saat ini adalah mengeleminir berbagai masalah yang berpotensi muncul di Polsek termasuk kaburnya tahanan.

Untuk itu, lanjut Aqua yang enam tahun terakhir intens mengamati perkembangan Polri, khusus mengantisipasi tahanan kabur dari Polsek yakni mengecek ulang semua ruang tahanan di Polsek secara menyeluruh. Hal-hal yang berpotensi menyebabkan tahanan kabur, harus segera diperbaiki.

Kemudian mengevaluasi Prosedur Operasional Standarnya. Jangan ragu untuk memperbaikinya jika memang dianggap perlu. Paling penting adalah melaksanakannya secara konsisten. Misalnya jika di aturan ada kewajiban bagi tamu untuk lebih dulu dicek barang bawaan dan dirinya oleh petugas maka hal itu harus dilaksanakan meskipun sudah kenal baik dengan petugasnya. Jangan pernah menyepelekannya sebab para tamu juga berpotensi ikut membantu meloloskan tahanan untuk kabur.

"Di samping itu para penjaga tahanan di Polsek setiap saat harus waspada, mawas diri, dan bersikap tegas pada setiap tamu dan tahanan yang dijaganya. Namun bukan berarti tidak boleh berinteraksi dengan para tahanan. Sikap itu harus diimbangi dengan wajah yang humanis. Sehingga semua orang yang berkomunikasi dengan petugas Polsek merasa nyaman," ujar kandidat doktor dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung ini.

Terkait dengan jumlah personel yang masih kurang di hampir seluruh Polsek, mantan wartawan Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini menyarankan agar Kapolri mengevaluasi para personel yang bertugas di Polres dan Polda. Jika memungkinkan agar sebagian dipindahkan ke Polsek-Polsek di samping menempatkan masing-masing dua Polwan yang baru direkrut Polri di tiap Polsek.

"Selain itu yang perlu menjadi perhatian Kapolri adalah secara terus menerus meningkatkan kualitas seluruh anggota Polri yang bertugas di Polsek. Karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga mutlak harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik," kata Aqua menutup komentarnya.

(dha/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads