Saat Dua Sekjen PPP Jual Beli Serangan

Saat Dua Sekjen PPP Jual Beli Serangan

- detikNews
Sabtu, 13 Sep 2014 15:36 WIB
Saat Dua Sekjen PPP Jual Beli Serangan
Jakarta -

Perpecahan di tubuh PPP makin tajam. DPP PPP yang dipimpin Sekjen Romahurmuziy (Romi) memecat Ketum Suryadharma. Tak mau kalah, Suryadharma balik memecat 15 pengurus PPP termasuk Romi dan mengangkat Syaifullah Tamliha sebagai sekjen baru. Kini, dua sekjen itu berbalas 'pantun' jual beli serangan.

Sekjen Romi membuka 'perang' terlebih dahulu dengan menyerang Suryadharma. Romi menyebut Suryadharma kekanak-kanakan dengan balik melakukan pemecatan. Ketua Komisi IV DPR ini juga menyebut rasa malu sudah hilang dari Suryadharma.

"DPP PPP menyesalkan langkah provokatif SDA yang menunjukkan hilangnya rasa malu yang semestinya melekat kepada kader PPP dan seorang muslim," kata Romahurmuziy dalam pernyataan tertulisnya kepada detikcom, Sabtu (13/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suryadharma disebutnya melawan keputusan partai yang telah memecatnya dari posisi ketum. Mantan Menteri Agama itu juga dianggap sudah menginjak-injak AD ART partai.

"Langkah SDA juga menunjukkan dikedepankannya okol (kekuatan -red), bukan akal, karena kalap," ujarnya.

Tak terima ketumnya diserang, Sekjen Syaifullah Tamliha membela Suryadharma dan menyerang balik Romi. Syaifullah mengatakan pengurus PPP pro Suryadharma menyebut Romi sebagai malin kundang.

"Kalau kata Pak Epyardi Asda, Romi itu malin kundang!" kata Syaifullah Tamliha, Sekjen PPP yang baru saja diangkat Suryadharma, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (13/9/2014).

Syaifullah mempertanyakan tujuan Romi menggulingkan Suryadharma. Menurutnya, Romi cs hanya mengincar jabatan.

"Tentu mereka ada maksud tersembunyi. Mereka mau jabatan," ujarnya.

Kini kedua kubu sedang mengatur strategi menyambut gerakan selanjutnya. DPP PPP Sekjen Romi akan menggelar Mukernas untuk mengukuhkan Plt Ketum Emron Pangkapi. Sedangkan DPP PPP Sekjen Tamliha sedang mempersiapkan Muktamar. Siapa yang akhirnya jadi pemenang?

(trq/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads