Tak Hanya Fadli Zon, Politisi PDIP ini Juga Semprot Politisi PAN

RUU Pilkada

Tak Hanya Fadli Zon, Politisi PDIP ini Juga Semprot Politisi PAN

- detikNews
Sabtu, 13 Sep 2014 15:09 WIB
Tak Hanya Fadli Zon, Politisi PDIP ini Juga Semprot Politisi PAN
Jakarta - Anggota Panja RUU Pilkada Fraksi PDIP Rahadi Zakaria menggurui Waketum Gerindra yang menyela pembicaraannya. Ia juga 'menyemprot' Anggota Panja RUU Pilkada Fraksi PAN Yandri Susanto yang meminta PDIP, PKB dan Hanura kembali ke jalan yang benar dengan ikut setuju pilkada melalui DPRD.

Peristiwa tersebut terjadi dalam sebuah talkshow di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/9/2014) pagi. Rahardi menjadi pembicara bersama Jubir Kemendagri Dodi Riatmadji, Waketum Gerindra Fadli Zon, Anggota Panja RUU Pilkada Fraksi PAN Yandri Susanto, serta Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Herdi Sahrasad.

Dalam diskusi itu, Yandri memaparkan berbagai alasannya mendukung pilkada lewat DPRD. Ia melihat pilkada langsung selama ini lebih banyak cacatnya, sehingga harus dihentikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sekarang fokus kepada pemilihan gubernur, bupati wali kota, tidak lansung karena banyak alasan yang sangat mengkhawatirkan terhadap laju berbangsa dan bernegara. Maka kita sebagai orang arif, punya saham di republik ini, hidup makan di republik ini, rasanya dosa kalau dibiarkan kemudaratan yang begitu merajalela di depan mata kita. Ini bahaya," kata Yandri.

Yandri membantah tudingan bahwa kubu Koalisi Merah Putih ngotot mendukung pilkada lewat DPRD karena faktor ingin merebut kekuasaan. Menurutnya hal itu semata-mata demi kebaikan bangsa dan negara.

"Bukan faktor kekuasaan, bukan. Kami dalam rangka tata laksana kehidupan berbangsa dan negara. Nggak mungkin juga partai-partai politik mengajukan calon-calon yang tidak kredibel (jika pilkada lewat DPRD-red). Kalau itu dilakukan, maka parpol menggali kuburnya sendiri," imbuhnya.

Yandri menyebut, pilkada lewat DPRD bisa menghemat anggaran sangat besar dibanding pilkada langsung. Ia pun heran dengan sikap PDIP menolak pilkada lewat DPRD padahal Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai kadernya selalu mendengung-dengungkan penghematan anggaran.

"Saya juga mempertanyakan, PDIP katanya revolusi mental. Mental kita sudah rusak karena pilkada langsung. Menentramkan kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak ada salahnya sebelum terlambat PDIP, PKB dan Hanura kembali ke jalan yang benar, untuk sepakat dengan kita semua untuk pilkada melalui DPRD," ucapnya.

Tiba diberi kesempatan bicara, Rahadi pun membalas serangan Yandri. "Kita tidak usah kembali disuruh ke jalan yang benar. Kita sudah di jalan yang benar. On the track dengan konstitusi yang ada," dengan nada tinggi.

Kata Rahardi, pernyataan Koalisi Merah Putih kalau pilkada langsung berbiaya mahal hanya akal-akalan untuk meraih kekuasaan. Ditegaskannya, pilkada langsung oleh rakyat adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar karena sesuai konstitusi.

"Biaya tinggi bisa dihemat, bisa ada jalan keluar. Pilkada serentak, jalan keluar itu semua. Kita tidak usah diminta kembali ke jalan yang benar. Kalau biaya banyak bukan alasan, pilkada bisa dilaksanakan secara serentak. Saya kira itu jalan keluar terbaik," ucapnya.

(bar/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads