"Yang jelas harus memiliki kompetensi," tegasnya di sela mendampingi Jusuf Kalla di Ponpes Bahrul Maghfiroh, Sabtu (12/9/2014), siang.
Hasyim mengungkapkan, kompetensi para kandidat akan sangat penting dalam menjalankan tugasnya sebagai pembantu kepala negara dan wakilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa visi misi yang dimaksud? Hasyim menyebutnya nasionalis dan relijius. Keduanya gayung bersambut dikala menjalankan roda pemerintahan.
"Jangan nasionalis liberal atau ateis. Apalagi relijius ekstrem. Karena dengan nasionalitas dan relijius dapat menjamin kedaulatan negara itu tanpa diboncengi ideologi lain," sebutnya.
Menurut dia, kandidat yang dipilih juga harus memiliki rekam jejak bersih. Jangan sampai, sang pembantu kepala negara itu pernah melukai atau mencederai rakyat. "Paling tidak cari yang bersih," tuturnya.
Sementara wakil presiden terpilih Jusuf Kalla mengaku belum dapat mengutarakan bagan resmi kabinetnya. "Soal kabinet masih belum. Yang jelas sesuai undang-undang 34 orang menteri," ucapnya singkat.
(fat/ndr)











































