"Saya bersama Pak Jokowi akan menepati semua janji, karena janji adalah utang," ujar Jusuf Kalla saat tatap muka dengan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat se-Jawa Timur di Ponpes Pesantren Bahrul Maghfiroh, Sabtu (12/9/2014).
JK juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengaku, untuk menyelesaikan semua janji tersebut, dia bersama Joko Widodo tetap memohon waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang terpenting, kata JK, bagaimana meningkatkan kecerdasan dan kemakmuran bangsa. Membangun perekonomian lebih baik, karena dengan begitu kemajuan suatu bangsa akan terwujud.
"Pemerintah terbatas dengan program-progam. Masyarakat (Muslimat,red) harus ikut bersama-sama menyukseskan program tersebut," sambungnya.
Dia menambahkan, Indonesia sudah memiliki keuntungan, sebagai negara dengan warga muslim terbesar dapat hidup damai. Kehidupan harmoni ini harus dijaga, karena akan menjadi modal pokok bagi bangsa itu sendiri.
"Coba lihat negara Islam lain, mereka saling bertikai. Kita bisa damai berdampingan," imbuh dia.
Ia melanjutkan, meski dapat hidup damai. Namun, ketertinggalan masih terjadi di bidang ekonomi. Akan sangat penting memajukan ekonomi umat muslim, terutama warga nahdliyin.
"Warga NU memajukan bangsa dengan kreatifitas. Pemerintah akan memberikan fasilitasnya," beber JK.
(ndr/mad)











































