"Kita tahu TNI ada oknum-oknum yang nakal, tetapi kita konsisten menindak. Bilamana perlu kalau memang perlu secara pidana akan kita pidanakan," kata Mulyono.
Hal ini dikatakan Mulyono usai upacara pelantikan sekaligus penutupan pendidikan dasar militer sekolah calon tamtama prajurit karier (Secata PK) tahap I tahun 2014 di lapangan Resimen Induk Kodam (Rindam) Jaya, Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, Sabtu (13/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang dicontohkan Mulyono yakni ketika peristiwa pembakaran juru parkir di Monas pada Juli lalu. TNI AD, kata dia, sudah memberikan sanksi yang tegas bagi Pratu Heri, pelaku yang memalak tukang parkir dan melakukan penganiayaan.
"Kalau yang di Monas itu kalau enggak salah sudah dipecat," katanya.
Soal isu anggota TNI AD yang memalak PKL dan juru parkir maupun jadi beking para pedagang di Monas, Mulyono berujar pihaknya juga melakukan antisipasi. "Sudah, itu kita sudah tegakkan. Kita sudah kerahkan POM dan gabungan Garnisun semua, untuk mengantisipasi tempat itu sudah kita lakukan penjagaan . Kita juga sudah konsiten menindak yang betul-betul TNI nakal," kata pria yang baru dirotasi menjadi Pangkostrad itu.
(ros/aan)











































