"DPP PPP menyesalkan langkah provokatif SDA yang menunjukkan hilangnya rasa malu yang semestinya melekat kepada kader PPP dan seorang muslim," kata Romahurmuziy dalam pernyataan tertulisnya kepada detikcom, Sabtu (13/9/2014).
Romi, sapaan akrab Romahurmuziy, menyebut Suryadharma melawan keputusan partai yang telah memecatnya dari posisi ketum. Mantan Menteri Agama itu dianggap sudah menginjak-injak AD ART partai.
"Langkah SDA juga menunjukkan dikedepankannya okol (kekuatan -red), bukan akal, karena kalap," ujarnya.
Romi mengatakan pihaknya akan melakukan penertiban kepada pengurus PPP yang masih menganggap Suryadharma sebagai ketum. Pemecatan Suryadharma sah sesuai AD ART, dan kini PPP dipimpin Plt Ketum Emron Pangkapi.
"DPP PPP segera melakukan langkah-langkah penertiban terhadap seluruh fungsionaris partai yang melawan keputusan partai yang telah diambil secara sah," pungkasnya.
(trq/ndr)











































