"Pendidikan ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh AD, dalam hal ini Rindam Jaya. Setahun kita mendidik dua kali, yang ini adalah gelombang satu dan kebetulan 124 lulus semua. Alhamdullilah mereka enggak ada yang sakit," kata Mulyono kepada wartawan di lokasi.
Upacara pelantikan sekaligus penutupan pendidikan tahap I itu dilakukan di lapangan Resimen Induk Kodam Jaya (Rindam), Condet, Jaktim, Sabtu(13/9/2014). Secara simbolis, Mulyono melepaskan tanda siswa dan memasang tanda pangkat prajurit dua kepada siswa terbaik yakni Prajurit Dua Widodo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bersedia," jawab prajurit berseragam hijau dan hijau loreng-loreng itu serentak.
Saat memberikan amanat, Mulyono menekankan para prajurit harus mampu mengemban tugas dan tanggungjawabnya seperti amanat UU yakni menjaga kedaulatan dan keutuhan negara. Dia juga meminta mereka bisa menempatkan diri secara professional dan tetap bersikap disiplin.
"Hindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga serta merusak citra Angkatan Darat dan TNI. Serta teguhkan tekad kalian untuk jadi prajurit yang tangguh dan professional dengan menjunjung tinggi Sapta marga Sumpah Pprajurit dan Delapan Wajib TNI," ujarnya.
Secata PK ini sendiri adalah pendidikan militer bagi lulusan SMA, selama lima bulan. Mereka belajar dasar militer pengenalan senjata, teknik dasar pertempuran. Usai upacara, para prajurit sempat unjuk kebolehan antara lain melepas dan memasang senjata dalam kondisi mata tertutup dan teknik bertempur dengan tangan kosong (karate).
(ros/aan)











































