Ketika Sepeda Lebih Diminati Warga Berlin daripada Motor, Kota di Indonesia Bisa?

Ketika Sepeda Lebih Diminati Warga Berlin daripada Motor, Kota di Indonesia Bisa?

- detikNews
Sabtu, 13 Sep 2014 12:05 WIB
Ketika Sepeda Lebih Diminati Warga Berlin daripada Motor, Kota di Indonesia Bisa?
Berlin -

Di kota-kota di Eropa, sepeda menjadi pilihan transportasi warga dibanding sepeda motor. Misalnya saja di Berlin, Jerman, sepeda lebih mendominasi di tempat parkir daripada motor. Kondisi ini amat sangat berbeda dengan di Jakarta, atau kota-kota di Indonesia.

Saat detikcom berkunjung ke Berlin akhir pekan lalu, sepeda berjejer di pinggir jalan. Sedangkan sepeda motor hanya satu dua saja di tempat parkir. Mungkin kondisi infrastruktur kota dan cuaca di Eropa lebih enak untuk bersepeda, sehingga menjadi pilihan.

"Kalau di Jakarta pakai sepeda, jalannya rebutan sama kendaraan, nggak nyaman. Belum lagi cuaca panas, bisa mandi keringat," canda Iwan, seorang warga Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasan yang dikemukakan Iwan mungkin saja masuk akal. Tapi, sepeda memang menjadi kendaraan khas dan memasyarakat bagi orang-orang di kota besar di Eropa. Misalnya saja Wali Kota London Boris Johnson yang biasa bersepeda ke kantornya.

Tapi soal bersepeda, Indonesia juga punya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang rutin di hari tertentu bersepeda melintasi jalan-jalan kota dari rumahnya ke kantor. Ridwan Kamil pernah menyampaikan, bersepeda membuat dia lebih kenal dan tahu kondisi Bandung.

Kembali ke budaya sepeda di Berlin, di kota itu sepeda sudah sangat umum digunakan. Selain trotoar yang luas dan ada ruas jalan khusus pesepeda, penyewaaan sepeda juga menjamur. Seharian siapapun bisa menyewa dengan membayar tarif bervariasi ada yang 10 Euro, ada juga yang sampai 18 Euro. Biaya yang tergolong murah.

Di Berlin, dengan sepeda amat mudah menjangkau titik-titik tertentu. Mau ke tempat wisata atau ke kafe, di semua lokasi menyediakan tempat untuk memarkirkan sepeda. Tentu saja sepeda itu mesti digembok, tak ditinggal sembarangan.

Sepeda juga umum digunakan orang-orang kantoran di kota itu. Kalau bukan sepeda, transportasi umum seperti bus atau kereta cepat bisa menjadi pilihan.

Di Berlin memang infrastrukturnya sangat nyaman untuk bersepeda dan berjalan kaki, sehingga kemacetan amat jarang. Di perempatan jalan pun tak ada polisi yang mengatur kendaraan mencegah macet.

Tentu ada mimpi kalau kota-kota di Indonesia, khususnya Jakarta bisa seperti di Berlin. Trotoar yang nyaman, jalan yang aman untuk bersepeda. Selain olahraga, kota juga menjadi sehat. Minimal mengurangi polusi dan konsumsi BBM.

(ndr/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads