"SDA (Suryadharma) lebih memastikan dirinya kehilangan moralitas sebagai kader partai yang berazaskan Islam dengan keanomalian tingkah laku sebagai seorang pemimpin," kata Suharso saat dihubungi, Jumat (12/9/2014).
Suharso menyesalkan sikap Suryadharma yang memecat balik sejumlah kader dan elite PPP. Suharso sendiri dipecat dari jabatan Waketum sekaligus dari keanggotaan partai.
"Saya menyayangkan, SDA tidak memanfaatkan ujung waktunya sebagai pemimpin dengan memberikan yang terbaik dari dirinya," kata Suharso.
Menurutnya, pemecatan yang dilakukan Suryadharma tidak sah. Ini karena Suryadharma sudah bukan pemegang legitimasi untuk berwenang memecat kader.
"Sesungguhnya yang dilakukan SDA tidak berdasar, karena dia telah kehilangan legitimasi, sehingga perbuatannya ilegal menurut AD/ART PPP. Tindakannya menunjukkan pula SDA tidak memahami dengan baik AD/ART dan itu sangat naif," kata Suharso.
(dnu/trq)











































