Ketua PB IDI:
Ny Agian Sadar itu Mukjizat
Jumat, 07 Jan 2005 12:01 WIB
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Dr. Farid Anfasa Moeloek menilai apa yang terjadi pada Ny. Agian Isna Nauli yang kini sadar dari koma panjangnya adalah suatu mukjizat.Moeloek mengungkapkan hal itu kepada detikcom di kantornya di Jl. Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta, Jumat, (7/1/2005)."Apa yang terjadi pada Ny. Agian itu adalah sesuatu yang harus kita ucapkan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa dan juga tim dokter yang selama ini sudah membantu," kata Moeloek.Menurutnya, permintaan suntik mati yang sempat diajukan suami Ny. Agian beberapa waktu lalu, dan akhirnya ditolak pengadilan, membuktikan memang hal itu tidak cocok dengan buadaya bangsa. "Euthanasia ternyata memang tidak bisa di-back up dengan budaya kita," katanya.Mengenai kondisi Ny. Agian pasca koma, Moeloek menyarankan agar ditingkatkan perawatannya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. "Yang penting care-nya seperti mencegah adanya pneumonia karena selama ini organ-organ tubuhnya statis dan juga psikoterapi harus dilakukan, termasuk memantau kondisi gizinya, seperti memasukkan makanan melalui infus, dan juga perawatan post hospital juga harus dilakukan karena ini sangat menunjang kondisi tubuh Ny. Agian. Ya, kalau dia sudah bisa makan sendiri ya dibiarkan saja," papar Moeloek.
(umi/)











































