“Lumayanlah, di Cilincing, di Kalibata yang biasanya macet sekarang sudah lancar,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/9/2014).
Adanya sanksi derek dengan jumlah Rp 500 ribu itu, kata Ahok, ternyata bisa memberikan efek jera. Paling tidak, saat siang hari, jumlah orang yang parkir sembarangan tak lagi separah dulu. Pemprov DKI melakukan operasi parkir liar di lima kawasan, yakni Jatinegara, Kalibata City, Tanah Abang, Stasiun Beos, dan Akses Marunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok menargetkan bisa menambah 20 unit mobil derek tahun depan. Diakuinya, jumlah mobil yang hanya ada 14 unit membuat penertiban belum bisa dilakukan maksimal.
Operasi derek, ucap Ahok, akan terus dilakukan hingga waktu yang tak ditentukan. Dia juga berencana menerapkan hal yang sama untuk motor yang parkir liar.
Ahok optimistis, pengadaan mobil derek itu tak akan dijegal oleh DPRD ketika pembahasan anggaran. Apalagi itu sifatnya untuk kepentingan masyarakat banyak. “DPRD kan enggak semua pikirannya jegal-jegalan semua. Kalau mau jegal-jegal, ya semua enggak usah dibahas,” ucapnya.
(ros/rmd)











































