"Ini bukan kunjungan resmi dari Partai NasDem ke Partai Komunis Tiongkok, saya memang mendapat undangan spontan lalu diacarakan dalam kunjungan saya ke Beijing," ucap Surya Paloh usai pertemuan dengan Partai Komunis Tiongkok di International Department, Central Committee of CPC di Beijing, Tiongkok, Jumat (12/9/2014).
Pertemuan itu berlangsung sekitar 1 jam, diinisiasi Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta. Surya Paloh yang tampak didampingi beberapa petinggi Partai NasDem dan MetroTV diterima oleh Deputy Director International Department of the Central Committee Communist Party of China, Zhang Xuyi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka satu-satunya partai. PKT (Partai Komunis Tiongkok) ya pemerintah, pemerintah ya PKT. Di Indonesia PDIP ya pemerintah, tapi pemerintah belum tentu PDIP," ujarnya.
Menurutnya, Partai Komunis Tiongkok mengharapkan hubungan kerjasama yang erat antar kedua negara yaitu Indonesia dan Tiongkok untuk menopang kemajuan masing-masing negara.
"Mereka sebagai partai penguasa yang tentukan arah kebijakan pemerintah Tiongkok, mereka yakin dalam pemerintahan Jokowi-JK, NasDem bisa memainkan peran untuk bisa tingkatkan komunikasi seperti yang mereka harapkan itu," tutur pemilik MetroTV itu.
Surya juga mengatakan, pada saat yang bersamaan, Indonesia menyadari kebangkitan Tiongkok tak hanya sebagai negara besar di Asia, bahkan super power baru yang sangat srategis bagi Indonesia.
Maka dalam pertemuan tadi, Surya Paloh menawarkan 3 hal kerjasama dengan Partai Komunis Tiongkok. Pertama dalam hal kebudayaan, kedua ilmu pengetahuan atau pendidikan juga ekonomi, dan ketiga pertahanan termasuk militer.
"Mudah-mudahan dengan kunjungan saya hari ini menjadi catatan penting bagi Partai Komunis Tiongkok," ucap Surya yang baru mendapat gelar profesor dari Beijing Foreign Studies University (BFSU) itu.
(bal/rmd)











































