Inilah 'hubungan terbaru' kedua politisi itu:
1. Haji Lulung: Karier Ahok Harus Dibinasakan!
|
|
"Ahok harus dibinasakan, binasakan kariernya jadi wakil gubernur," kata Lulung di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).
"Pak Ahok menghina DPRD. DPRD sarang korupsi, pemeras kepala daerah, kemudian dia katakan saya tidak ingin menjadi budak DPRD," imbuh politisi PPP yang kolektor 5 mobil premium termasuk Lamborghini ini.
Lulung mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 32 tahun 20014 tentang Pemerintahan Daerah, Ahok seharusnya menjaga norma dan etika sebagai kepala daerah. Dengan segala pernyataannya, Ahok dinilainya telah menghina DPRD DKI.
"Walaupun Pak Ahok menyatakan DPRD seluruh Indonesia, saya yakin yang dimaksud DPRD DKI," ujar Lulung.
Lulung menegaskan tudingan Ahok sama sekali tak ada yang tepat. Pemilik puluhan kios di Pasar Tanah Abang ini bertekad menjegal 'kenaikan pangkat' Ahok sebagai gubernur DKI.
"Kalau dulu saya bilang harus diperiksa kesehatan jiwanya, hari ini terbukti, semua orang bilang dia gila. Makanya saya bilang, saya binasakan kariernya Ahok," tutupnya.
2. Haji Lulung Galang Interpelasi di DPRD DKI
|
|
"Banyak juga dia melecehkan DPRD, maka saya prakarsai untuk bertemu pimpinan DPRD. Dia banyak komentar-komentar tidak substansi dan melanggar norma," kata Lulung di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).
Lulung menganggap Ahok sudah menghina PNS dan DPRD DKI. Pengoleksi mobil mewah ini ingin Ahok memberi penjelasan soal pernyataan-pernyataannya di depan DPRD.
"Kita membuat agenda-agenda, pertama memanggil para PNS yang dikatakan bajingan. Kedua, kita akan melakukan hak interpelasi, memanggil Pak Ahok untuk bertanggung jawab atas pernyataannya, karena periode ini belum mulai kerja tapi sudah disebut begitu," ujarnya.
Selain itu, Lulung juga bertekat menjegal Ahok naik pangkat jadi DKI-1.
"Makanya saya bilang, saya binasakan kariernya Ahok. Nggak bakalan dia dilantik jadi gubernur," tandas Lulung yang pernah menjadi sensasi ketika dilantik sebagai anggota DPRD dengan menunggang Lamborghini ini.
Hak interpelasi adalah hak lembaga legislatif untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
3. Ahok: Kita Lihat Saja Siapa yang Binasa
|
|
"Membinasakan karier? Kita lihat saja siapa yang kariernya binasa," kata Ahok saat ditemui di Four Seasons Hotel, Jl HR Rasuna Sahid, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2014) malam.
Ahok juga tak ambil pusing mengenai komentar Haji Lulung yang mengatakan dia gila dengan menyebut DPRD sebagai pemeras kepala daerah.
"Dia kan emang sudah bilang aku emang gila kan. Ya udah, kalau memang gila ya sudah," cetus Ahok.
4. Malas Menanggapi
|
|
Lulung juga mengancam menjegal kenaikan pangkat Ahok jadi DKI-1. Ahok santai menanggapi ancaman itu.
"Kalau saya nggak dilantik juga nggak apa-apa kok. Saya jadi Plt Gubernur sampai terakhir juga nggak apa-apa. Cuma selisih gaji doang dikit," ujarnya.
Ahok yakin dirinya akan tetap dilantik jadi DKI-1. Sesuai aturan, dia memang akan otomatis jadi DKI-1 setelah Jokowi mengundurkan diri.
"Kalau DPRD nggak merestui, biar Mendagri yang menentukan. Itu secara Undang-undang memang otomatis kok," ucap mantan Bupati Belitung Timur ini.
Halaman 2 dari 5











































