3 Konsep Baru Blusukan Ala Jokowi

3 Konsep Baru Blusukan Ala Jokowi

- detikNews
Jumat, 12 Sep 2014 10:34 WIB
3 Konsep Baru Blusukan Ala Jokowi
Jakarta - Blusukan tetap akan menjadi strategi Jokowi setelah dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober mendatang. Semakin banyak daerah yang akan dikunjunginya. Termasuk dengan menggunakan teknologi.

Jokowi berjanji tidak akan berubah meski menjadi orang nomor satu di Indonesia itu. Ia selalu memegang teguh pesan sang Ibunda, Sujiatmi Notomiharjo, agar menjalankan tugas sebaik-baiknya. "Kalau pesan orang tua dari dulu sama. Jangan berubah le, tetap apa adanya. Bekerja yang baik, bekerja keras dan bekerja yang aman. Itu disampaikan (Ibu) selalu," ujar Jokowi menirukan pesan sang Bunda.

Suami Iriana ini bertekat tetap blusukan. Namun, blusukan Jokowi bukan hanya bersifat tatap muka semata. Ke depan, Jokowi juga akan menggunakan media sosial dan teknologi lainnya dalam menyampaikan program-program pemerintahan Jokowi-JK, dan juga menampung segala aspirasi serta keluh kesah rakyatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inilah gaya baru blusukan Jokowi:

1. Blusukan ke 1.000 Kampung Kumuh


Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) telah mempersiapkan program yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Tiga bulan pertama, Jokowi akan blusukan pada 1.000 perkampungan kumuh di Indonesia.

"Pak Jokowi, dalam 3 bulan pertama akan datang pada 1.000 perkampungan kumuh. Nelayan petani dan akan dilakukan pendekatan kemanusiaan kepada mereka," kata Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Dari blusukan tersebut, Jokowi akan melihat permasalahan mendasar dari masyarakat. Melalui sebuah kajian cepat, maka akan disiapkan instruksi presiden (inpres) sebagai kebijakan.

"Nantinya akan dikeluarkan suatu perintah atau instruksi presiden," sebutnya.

Kebijakan yang dikeluarkan adalah terkait dengan fasilitas pelayanan umum meliputi sarana dan prasarana hingga modal kerja melalui pendekatan dari perbankan. Kemudian juga terkait pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya masalah yang dialami masyarakat kelas bawah masih sama yaitu seputar penyakit tipus dan busung lapar serta masalah sanitasi atau air bersih dan modal kerja usaha.

"Jadi kebutuhan masyarakat setempat akan menjadi prioritas. Sehingga masyarakat tahu, ada kekuasaan yang berpihak ditunjukkan," terang Hasto.

Presiden Terpilih Jokowi juga nantinya akan melakukan perbaikan rumah masyarakat miskin yang kondisinya tidak layak. Kemudian peningkatan kualitas hidup manusia melalui alokasi anggaran yang lebih produktif.

Dari sisi pendidikan, juga akan dilakukan wajib belajar 12 tahun tanpa pungutan. Hasto mengatakan hal ini sudah didukung oleh pemerintahan sekarang.

"Selanjutnya adalah aspek sistem produksi, seperti dari pertanian dan kelautan yang menjadi prioritas," ujarnya.

2. Drone Masuk Desa

Drone alias pesawat tanpa awak juga akan blusukan ke desa. Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan membuat 'program drone masuk desa' untuk menggenjot dunia pertanian.

"Itu kan baru mulai untuk pertanian, paling harganya Rp 25 juta per unit. Itu bisa 10 sampai 15 wilayah. Tapi belum tahu, memang yang paling penting itu manfaat yang konkret," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014).

Jokowi mengatakan saat ini rencana membuat 'program drone masuk desa' masih dimatangkan. "Masih dalam proses kalkulasi," katanya.

Dalam pertemuan dengan Jokowi membahas UU Desa pada Selasa 9 September, politikus PDIP Budiman Sudjatmiko sempat menyinggung soal drone tersebut. Menurutnya drone ini akan berguna untuk membantu memetakan lahan dan keadaan di desa.

"Satu drone heli harganya sekitar Rp 5 - Rp 25 juta. 10 Desa misal punya 1 drone. 1 Pesawat heli bisa 2 jam terbang menangkap pemetaan 100 hektar dengan inframerah. Pemetaan bisa selesai dalam 1 hari selesai," kata Budiman usai bertemu dengan Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus. (Baca: Bertemu 6 Jam di Balai Kota, Jokowi dan Budiman Sudjatmiko Bahas UU Desa).


3. e-Blusukan

Presiden terpilih Joko Widodo berkumpul dengan 45 penggiat media sosial di Kantor Transisi, Menteng, Jakarta Pusat. Pertemuan ini menggagas e-blusukan yang akan dilakukan Jokowi saat menjabat nanti.

"Tadi membahas penggunaan sosial media untuk menjelaskan program kita ke masyarakat. Tadi jadi e-blus. e-blusukan," kata Joko Widodo usai pertemuan di Kantor Transisi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2014).

Para netizen ini nantinya akan membantu Jokowi untuk menjelaskan tentang program kerjanya pada pengguna media sosial. Bisa facebook, twitter atau jejaring sosial lainnya.

"Bisa juga nanti bentuknya ada kopi daratnya tapi ini masih kita kembangkan," ujarnya.

Para pengguna akun jejaring sosial ini disebutnya nanti akan mempelajari program kerja pemerintahannya. Hal ini agar tak ada kesalahpahaman. Misalnya, mereka akan menjelaskan program kerja Jokowi tentang pengembangan ekonomi melalui industri kreatif.

"Sehingga rakyat tidak harus bertemu tapi lewat twitter, sehingga kita bisa mendengar suara rakyat," ujarnya.

Menurutnya, cara ini cukup efektif untuk menjangkau rakyat Indonesia dari seluruh provinsi dan berbagai kalangan. Ia menyadari bila e-blusukannya ini hanya menyentuh kelas menengah ke atas.

"Karena katanya kalau blusukan ke provinsi tidak memungkinkan. Yang menengah ke bawah tetap disapa dengan blusukan," pungkasnya.

Seperti diketahui, para pegiat medsos ini terdiri dari sejumlah tokoh muda. Di antaranya mulai dari Fadjroel Rachman, novelis dan penyanyi Dewi Lestari alias Dee Lestari, hingga pendiri Kaskus Andrew Darwis.
Halaman 2 dari 4
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads