"#1 Setelah bersidang hari ini, para bupati/walikota se Indonesia yg menjadi salah satu objek RUU pilkada membuat Kesimpulan Rakornaslub sbb:," tulis Kang Emil melalui akun Twitternya yang dikutip detikcom, Jumat (12/9/2014).
Kesimpulan pertama yang ditulis Kang Emil yaitu menolak secara tegas Pilkada yang dipilih melalui DPRD. Selain itu, Kang Emil juga mengatakan bahwa Apkasi dan Apeksi sepakat tentang perbaikan sistem Pilkada langsung.
Diakhir cuitannya, Kang Emil sempat menyebut Partai Gerindra dan PKS yang mendukungnya hingga menjadi Walikota Bandung. Emil mengucapkan terimakasih pada kedua partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih atas kerjasama membangun Bandung meski kini dia berbeda pandangan soal Pilkada lewat DPRD.
"Saya sangat menghormati partai @Gerindra dan @PKSejahtera . kerjasama membangun BDG sangat baik. namun tentang RUU Pilkada saya berbeda pendapat," ucap Kang Emil via @ridwankamil.
Berikut kultwit lengkap Kang Emil soal penolakan terhadap Pilkada melalui DPRD:
#1. Setelah bersidang hari ini, para bupati/walikota se Indonesia yg menjadi salah satu objek RUU pilkada membuat Kesimpulan Rakornaslub sbb:
#2. Menolak secara tegas pilkada dikembalikan kepada DPRD
#3. Sepakat perlunya perbaikan sistem Pilkada langsung dgn perhatikan aspek filosofis, yuridis, sosiologis, politis dan praktis.
#4 Sepakat sistem pilkada tetap dilaksanakan dengan satu paket dengan wakil kepala daerah.
#5 Jika mayoritas keinginan partai di DPR tdk berubah, asosiasi meminta pemerintah/kemendagri ut menarik diri dari proses penetapan RUU
#6 Jika sistem pemilihan dengan DPRD tetap tidak ada perubahan, asosiasi bupati/walikota akan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi.
#7 hasil ini dikirim kpd yth: Presiden, Wakil Presiden, Pimpinan DPR, DPD, Menkopolhukham, Mendagri, MenHukham, para bupati/walikota se NKRI
(dha/rvk)











































