Baron Sering Mengamuk, Warga Mampang Resah

Baron Sering Mengamuk, Warga Mampang Resah

- detikNews
Jumat, 12 Sep 2014 04:10 WIB
Jakarta -

Seorang pria bernama Kamaludin (38) atau yang biasa dipanggil Baron sering mengamuk dan ringan tangan. Kehadirannya membuat warga di Jalan Tegal Parang Utara 6, RT 06/04, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan resah.

Tak hanya melukai dan menyerang warga setempat, Baron pun tidak segan mengancam dan mencuri barang berharga milik warga.

Kelakuan Baron yang brutal ini disampaikan oleh seorang warga setempat, MRD (35). Baron yanh dulunya dikenal sebagai seorang penjahit yang ramah, secara tiba-tiba sejak tahun 2000 berubah drastis menjadi pribadi yang emosian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya sering membentak dan memaki warga di sekitar rumahnya, Baron pun tidak segan-segan untuk memukul pejalan kaki ataupun Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melintas. Peristiwa tersebut ungkapnya seperti yang dialami oleh pedagang loak yang melintas di depan rumah Baron, Rabu (10/10) kemarin sore.

Baron yang sedang menghancurkan tembok rumahnya dihampiri seorang tukang loak dan besi rongsokan. Si tukang loak pun bertanya apakah ada diantara barang bekas milik Baron dari hasil pembongkaran rumah.

Mendengar hal itu, Baron pun mengeluarkan sebatang bambu dan kayu bekas kusen rumah. Namun barang tersebut ditolak oleh tukang loak karena barang tersebut tak dapat dijual kembali. Mendengar hal itu, Baron pun emosi dan seketika menghadiahi si tukang loak malang dengan pukulan bertubi-tubi hingga terkapar di pinggir jalan.

"Kita sudah kasih tahu jangan lewat situ, depan rumah Baron, tapi dia (tukang loak) ngeyel. Udah aja dihajar sama dia. Warga semua pada ngumpet, liat dia digebukin dari dalem rumah," jelasnya.

Dirinya menyebutkan bahwa tidak ada seorang warga pun yang mengetahui asal muasal Baron berubah menjadi sosok yang begitu sadis. Beberapa warga menduga kalau Baron sedang menjalani ilmu hitam, sedangkan beberapa orang lainnya mengatakan kalau Baron depresi dan stress karena usaha jahit dan obrasnya tidak berkembang.

"Nggak ada yang tahu dia begitu, yang jelas kita warga resah. Dia sudah sering dibawa Polisi, tapi dua minggu lepas lagi, karena dianggap sakit jiwa. Ditangkep sama Sudin Sosial juga pernah, tapi dua minggu dia berhasil kabur, bikin geger permukiman warga," tutupnya.

(rni/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads