"Tadi disini yang terjadi bukan hanya hujan abu, tapi hujan pasir," kata satpam obyek wisata Kaligowa David, kepada wartawan, Kamis (11/9/2014) malam.
Menurut dia, sehari sebelumnya hujan pasir juga sempat terjadi disertai suara dentuman kuat dari Gunung Slamet. "Tadi suaranya keras sekali, terdengar seperti di telinga," ujarnya.
Sementara dari pantauan di kebun teh agrowisata Kaligua, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi tersebut untuk melihat semburan lava pijar dari lokasi tersebut, dilokasi tersebut Gunung Slamet sangat jelas terlihat jika tidak tertutup kabut. Namun sebagian pengunjung harus kecewa karena petugas keamanan menutup lokasi tersebut untuk warga melihat erupsi Gunung Slamet karena dianggap berbahaya setelah aktivitasnya terus meningkat beberapa hari terakhir.
"Iya sengaja datang kesini karena saya penasaran pingin lihat Gunung Slamet," kata Taryono, warga Kretek, Brebes yang datang bersama rombongan.
Selain itu, suara gemuruh dari Gunung Slamet masih terdengar sangat kuat, meski secara visual Gunung Slamet tertutup kabut tebal.
(arb/rvk)











































