Hasan ke Aceh Bukan untuk Hindari Kebencian Ny Agian
Jumat, 07 Jan 2005 10:40 WIB
Jakarta -
Ketua LBH Kesehatan (LBHK) Iskandar Sitorus menyangkal kepergian Hasan Panca Kesuma -- suami Ny Agian Isna Nauli (33) -- menjadi relawan Aceh untuk menghindari kebencian Agian yang telah sadar dari koma lebih 5 bulannya. "Tuduhan itu dzalim," tegas Iskandar.Iskandar yang juga menjadi relawan bersama Hasan menyatakan, Hasan menjadi relawan dalam kapasitas sebagai Sekjen Persaudaraan Korban Sistem Kesehatan. Anggota perkumpulan itu adalah para klien LBHK selama ini yang mengaku menjadi korban buruknya sistem kesehatan nasional. Sementara, LBHK adalah lembaga yang turut memperjuangkan nasib Agian agar mendapat perhatian pemerintah."Tadi malam Hasan dan Agian juga masih komunikasi by phone," jelas Iskandar dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (7/1/2005) pukul 10.00 WIB . Saat ini Iskandar dan Hasan berada di Medan untuk memantau pengungsi Aceh. Mereka telah meninggalkan Jakarta sejak 3 Januari silam. Direncanakan mereka pulang Sabtu besok.Sejumlah harian terbitan hari ini menyatakan bahwa Agian kini merasa benci dan sebal terhadap suaminya karena pernah memintakan suntik mati terhadap dirinya. Setiap nama Hasan disebut, Agian meminta agar nama itu tidak disinggung-singgung.Iskandar menekankan, meski Hasan meninggalkan istrinya untuk sementara turut mengurus korban bencana tsunami, namun Agian tetap berada dalam perawatan prima. Dua paramedis selalu menemaninya. Iskandar menegaskan bahwa Hasan juga memiliki hak untuk menjalin kembali relasi dengan dunia luar. "Hasan telah 7 bulan tidak bekerja untuk merawat Agian," kata pria berbadan kurus ini.Agian jatuh koma setelah menjalani operasi caesar anak keduanya di RSI Kota Bogor pada Juli 2004 silam. Pada September, karena tak tega melihat kondisi istrinya yang tak juga sadar, Hasan mengusulkan suntikan mati/euthanasia. Tapi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengurusnya hingga kini tidak mengabulkan permintaan itu.Iskandar juga menyesalkan pernyataan Menkes Fadilah Supari yang menjenguk Agian pada Kamis siang kemarin. "Tolong diberitakan ya! Orang yang sudah hidup begini masa mau disuntik mati. Ini bagi kaum perempuan sangat menyakitkan. LSM yang peduli perempuan diam saja," ujar Bu Menteri.Menurut Iskandar, komentar menteri tersebut tidak bijaksana. Menurutnya, kondisi Agian beberapa bulan lalu berbeda dengan kondisinya saat ini. "Kondisi Agian jadi baik itu juga karena Hasan," tandas Iskandar.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































