Nama-nama usulan calon menteri telah dikerucutkan dan ditempatkan dalam kementerian yang ada oleh Tim Pakar dan Kelompok Kerja redaksi detikcom. Pengerucutan tersebut dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dan hasil polling di www.seleksimenteri.com sebagai salah satu referensi.
Selain meloloskan 72 nama yang telah ditempatkan pada 34 kementerian, format kabinet alternatif pun nantinya akan diajukan ke Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Format kabinet tersebut telah disusun sebelumnya oleh Tim Pakar dan dilayangkan ke publik untuk menampung masukan di laman Seleksi Menteri.
"Ada beberpa hal baru ya tim seleksi menteri ini yang dibentuk detikcom mencoba menawarkan arsitektur kabinet mencoba menawarkan tugas tugas yang pas," ujar Ketua Tim Pakar Chandra M Hamzah usai FGD di kantor redaksi detikcom, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan Jokowi-JK mewacanakan untuk membentuk Dewan Keamanan Nasional. Menurut kami, kenapa tidak sekalian dibuat kementerian? Karena kalau kementerian maka tanggung jawab dan kordinasinya lebih jelas. Sementara kalau dewan atau badan hanya ke presiden saja," imbuh Chandra.
Anggota Tim Pakar Refly Harun kemudian menambahkan bahwa reorganisasi kabinet diperlukan untuk efisiensi dan efektifitas kinerja. Selama ini ada beberapa pos yang dikerjakan oleh lebih dari satu kementerian.
"Salah satu hal yang baru yang coba kita tawarkan yaitu membentuk Badan Perundang-Undangan. Dengan adanya badan ini maka sebagian orang di Badan Pembinaan Hukum Nasional bisa masuk situ, dari Sekretariat Negara juga bisa," kata Refly.
Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan juga digabungkan menurut Tim Seleksi Menteri. Sementara itu Pimpinan Redaksi detikcom Arifin Asydhad menambahkan bahwa format arsitektur kabinet yang diusulkan juga mempertimbangkan masukan dari pembaca.
"Sebelumnya kita sudah tampilkan di www.seleksimenteri.com, hari ini kita bahas masukan pembaca. Meski keputusan tetap berdasarkan pembahasan yang dilakukan oleh Tim. Terima kasih kepada para pembaca yang telah berikan kontribusi luar biasa. semoga bermanfaat buat kami, dan saya tegaskan bahwa kami tak punya kepentingan tertentu," ungkap Arifin.
(bpn/erd)











































