"Kami bertugas untuk menyiapkan bahan-bahan internal presiden yang akan dilakukan dalam jangka pendek, meskipun pada saatnya nanti, apa yang disiapkan pemerintahan sekarang seperti Kemlu, akan diperbaharui
dan tetap akan diubah, tetapi menjadi tugas pemerintah sekarang untuk presiden mendatang," ujar SBY dalam jumpa pers di kantornya, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (11/10/2014).
SBY membeberkan ada 14 pertemuan puncak yang bisa dipilih Jokowi nanti. Pertemuan itu di antaranya pada 10-14 November akan ada KTT di Beijing, 12-13 November KTT Asean di Myanmar, KTT Asean PBB, KTT ASEAN India, KTT Asean Jepang, Hongkong, KTT ASEAN AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian ada pula KTT Asean Australia, pertemuan East Asian Summit yang dihadiri 18 negara, G20 di Brisbane 14-20 November, G15 di Srilangka.
"Dari pengalaman kami selama 10 tahun, dari sekian banyak konfrensi tinggi wajib hukumnya yang presiden hadiri tapi ada 2 atau 3 yang optional. Selain kemlu sedang siapkan itu," kata SBY.
SBY berharap Jokowi untuk memberitahu mana yang agenda yang akan dihadiri dan mana yang belum hadiri. Hal ini penting untuk terkait penyiapan akomodasi dan hal-hal yang perlu disiapkan oleh negara-negara tersebut.
"Oleh karena itulah kami mensesneg, mana yang pasti hadir akan kami proses sebaik-baiknya. Sekali lagi kami siapkan, andaikata harus diperbaiki, kami siapkan," tutupnya.
(mpr/gah)











































