"Saya instruksikan pejabat senior dan menteri untuk tidak mengomentari, menanggapi program di pemerintahan mendatang (Jokowi-JK)," kata SBY di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (11/9/2014).
Menurutnya hal tersebut merupakan hak presiden terpilih. Jika memang sekedar konsultasi dan komunikasi maka tak akan menjadi masalah selama menghasilkan manfaat yang nyata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan itu dititikberatkan pada penjelasan kebijakan program dan agenda pemerintah yang mengemban tugas. Agar diketahui kesinambungan dan perbaikan penjelasan baru mendapatkan penjelasan riil dari pemerintah saat ini," ucap SBY.
Komunikasi dan konsultasi ini dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada Presiden terpilih di pemerintahan mendatang. SBY mencontohkan, hingga November dijelaskan agenda apa dan program apa yang akan dijalankan Jokowi sebagai Presiden.
SBY berharap rakyat juga bisa mendapat penjelasan soal proses transisi ini. Sehingga tidak menimbulkan kabar yang simpang siur.
"Saya juga berharap hasil pertemuan dari konsultasi dijelaskan kepada publik secara jelas-jelasnya. Kalau penjelasannya tidak tepat bisa menjadi salah pengertian dari masyarakat. Tentu hal ini tidak saya kehendaki karena dapat mengganggu," ujarnya.
(slm/gah)











































