FGD dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 14.30 WIB di kantor redaksi detikcom, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2014). Semua usulan pembaca menjadi pertimbangan dalam melakukan pembahasan.
Beberapa kementerian tak mengalami kendala pada tahapan ini karena memang sudah ada tiga orang terbaik yang dimasukkan. Pembahasan paling alot adalah untuk menentukan usulan calon Menteri Luar Negeri yang memakan waktu labih dari satu jam sendiri.
Terdapat delapan calon yang diusulkan untuk posisi ini dan merupakan orang-orang yang terbaik di bidang diplomasi. Lima orang di antaranya adalah duta besar, dua orang pakar hukum internasional, dan seorang yang berpengalaman di bidang birokrasi serta ekonom handal.
Tim pun meloloskan satu dari dua pakar hukum internasional, yakni Hikmahanto Juwana. Sementara untuk duta besar dibutuhkan figur yang tak hanya handal dalam diplomasi politik, tetapi juga mengerti negosiasi ekonomi internasional untuk menjadi Menlu.
Retno LP Marsudi yang merupakan Dubes RI untuk Belanda yang terpilih paling awal. Pertimbangan tersebut karena Retno berhasil menegosiasi pemerintah Belanda untuk mengakui kemerdekaan Indonesia adalah tahun 1945. Sebelumnya Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia adalah pada tahun 1949.
Sisanya adalah Desra Percaya (Dubes RI untuk PBB), Djauhari Oratmangun (Dubes RI untuk Rusia), Hamzah Thayeb (Dubes RI untuk Inggris), dan Yuri Thamrin (Dubes Luar Biasa RI untuk Inggris, Irlandia, dan Organisasi Maritim Internasional). Kelima orang tersebut memiliki pengalaman yang mumpuni dalam hubungan dengan negara lain.
Setelah menilik kembali hasil riset dari Kelompok Kerja, rupanya terdapat keseimbangan prestasi dan pengalaman dari orang-orang tersebut. Forum pun memutuskan untuk menganalisis performa diplomasi tokoh-tokoh itu lewat pidato mereka yang diunggah di situs resmi dan YouTube.
"Ternyata salah satu yang seru adalah perdebatan mengenai orang luar biasa yang jarang terdeteksi. Asalkan kita melepaskan kepentingan untuk mengesampingkan koneksi atau relasi untuk usulan calon, maka kita punya sumber daya manusia yang luar biasa," ungkap Ketua Tim Pakar Chandra M Hamzah usai FGD.
Hasil dari penelusuran tersebut akhirnya mengerucutkan empat nama untuk usulan calon Menlu dari unsur duta besar. Mereka adalah Retno, Desra, Djauhari, dan Yuri.
Desra dipilih karena dirinya telah dekat dengan PBB sehingga diharapkan akan memudahkan Indonesia dalam berdiplomasi. Sementara Djauhari dipilih karena telah berhasil menjaga hubungan RI dengan Rusia, negara yang luas wilayahnya hampir separuh wilayah dunia.
Sempat terjadi perdebatan semakin panjang untuk memilih antara Yuri dengan Hamzah. Setelah memperpanjang perdebatan hingga 1 jam, akhirnya Yuri dipilih karena telah akrab dengan Organisasi Maritim Internasional. Kedaulatan maritim merupakan salah satu hal yang diprioritaskan dalam pemerintahan Jokowi-JK mendatang.
"Terima kasih kepada pembaca yang telah berpartisipasi dalam polling di www.seleksimenteri.com. Hasil tersebut menjadi referensi kami, meski pun hasil akhirnya ditentukan oleh pembahasan Tim Pakar dan Pokja redaksi," tutur Pimpinan Redaksi detikcom Arifin Asydhad usai FGD.
(bpn/erd)











































