Cerita Soal Tudingan Pelecehan Seksual Versi Gubernur Riau

Cerita Soal Tudingan Pelecehan Seksual Versi Gubernur Riau

- detikNews
Kamis, 11 Sep 2014 17:40 WIB
Jakarta - Gubernur Riau Annas Maamun memberi penjelasan soal kasus pelecehan seksual terhadap WW yang ditudingkan kepadanya. Adapun Annas mengaku, WW juga telah memerasnya hingga miliaran rupiah.

"Saya sudah jelaskan saya tidak pernah melakukan pelecehan seksual. Paling lama WW bertamu 12 menit di rumah saya. Banyak yang melihatnya. Saya bersumpah tidak ada itu pelecehan seksual," kata Annas dalam konpernya di Hotel The Sultan, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2014).

Annas menjelaskan, kejadian bermula saat ia masih belum mengenal WW. Namun suatu hari ia memperoleh pesan singkat meminta dana terkait pelatihan kepala sekolah se-Riau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah itu saya dapat membantu menyediakan tempat pertemuan kepala sekolah di gedung daerah, penginapan 200 kamar di hotel Arya Duta Pekanbaru serta makan," jelasnya.

Lanjutnya, setelah itu WW mulai melakukan aksinya dengan merayu dan memegang tangan gubernur Riau ini. Serta ia meminta ditemani pergi ke Jakarta, namun Annas menolaknya dengan alasan sibuk bekerja.

Melihat tingkah WW, Annas mulai curiga. Pada Jumat (30/5), WW kembali menghubungi Annas dan meminta bertemu. Pertemuan itu diadakan di rumah pribadi Annas di jalan Belimbing, Pekanbaru. Saat itu, di rumah Annas tengah ada dua orang tamu dan satu orang pembantunya yakni Nova.

"WW datang dan membicarakan terkait acara pertemuan kepala sekolah, lalu saya meninggalkan WW ke lantai 2 untuk mengambil undangan dari Golkar, tanpa seizin saya tiba-tiba WW mengikuti," ungkapnya.

"Perbuatan WW disaksikan pembantu saya," sambungnya.

Dilantai dua WW meminta tanda tangan terkait pertemuan kepala sekolah se-Riau. Setelah menandatangani, Annas memberikan uang senilai Rp 10 juta untuk mencetak undangan serta biaya percetakan.

"Setelah itu saya turun bersama WW ke lantai satu, saat turun tangga tangan WW menggandeng tangan saya dan merayu saya dan mengajak ke Jakarta. Tapi saya tolak," terangnya.

Kemudian, esoknya WW mengirimkan SMS, dan memberitahukan ada wartawan yang melihatnya tengah bersama WW saat dirumahnya sedang bergandengan tangan. "Setelah itu, WW malah minta uang Rp 3 miliar kepada saya untuk meredam wartawan yang melihat saya," imbuh Annas.

Kuasa Hukum Annas, Eva Noa mengatakan atas tindakan yang dilakukan WW pihaknya melaporkan balik wanita tersebut ke Mabes Polri.

"Kami menyampaikan pengaduan sehubungan dengan dugaan tindak pidana membuat laporan palsu Pasal 242 KUHP, menyebarkan berita bohong Pasal XIV dan Pasal XV UU Nomor 1 Tahun 1946, fitnah Pasal 311 KUHP, pencemaran nama baik Pasal 310 KUHP, dan pemerasan Pasal 369," ujar Eva.

(tfn/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads