Soal Ahok, Refly: Pemimpin Jujur Biasanya Tak Bisa Jadi ATM Partai

Soal Ahok, Refly: Pemimpin Jujur Biasanya Tak Bisa Jadi ATM Partai

- detikNews
Kamis, 11 Sep 2014 17:34 WIB
Soal Ahok, Refly: Pemimpin Jujur Biasanya Tak Bisa Jadi ATM Partai
Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara dan Pemilu, Refly Harun, memuji pengunduran diri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari Partai Gerindra. Ahok dicap Refly sebagai pemimpin jujur.

Refly bicara soal pengunduran diri Ahok di di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014). Di situ, ia baru saja menjadi pembicara dalam acara rapat luar biasa bupati dan wali kota se-Indonesia yang tergabung dalam Apkasi dan Apeksi.

Refly tidak mau bicara benar atau salah soal pengunduran diri Ahok dari Gerindra. "Tetapi kalau itu memang sifatnya prinsip, kita hargai. Kalau soal prinsip memang kita tidak bisa kompromi lagi," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Soal etika adalah soal yang terkait antara Ahok dengan Gerindra. Tapi kan tanggung jawab Ahok sebagai wakil gubernur dan gubernur itu adalah tanggung jawab kepada masyarakat DKI Jakarta. Dia harus bertanggung jawab kepada masyarakat DKI yang harus dia layani," sambung Refly.

Kata Refly, ada dilema dalam partai politik. Jika sebuah parpol mencalonkan pemimpin yang jujur dan baik, biasanya tidak bisa dijadikan mesin uang partai.

"Ada dilema partai politik, kalau seandainya mencalonkan pemimpin yang jujur, yang baik, biasanya pemimpin-pemimpin itu tidak bisa jadi ATM partai politik," ucapnya.

"Karena itu sesungguhnya partai politik ya tidak rugi juga melepaskannya. Kecuali kalau parpol berfikir soal investasi nama baik, investasi jangka panjang, bagaimana persepsi sebuah parpol di mata masyarakat kebanyakan. Tapi kan biasanya parpol terlalu berfikir investasi jangka pendek," tegas Refly.

(bar/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads