"Beliau (Blair) ingin mendengarkan apa yang menjadi sisipan Indonesia utamanya Pak Presiden atas masalah-masalah di timur tengah, bagaimana melihat perkembangan Syria, bagaimana melihat penanganan masalah ISIS, bagaimana pula melihat konstelasi perkembangan di kawasan, apakah itu di eropa timur terkait Ukraina," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah di kantor presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (10/9/2014).
Mengenai ISIS, Faizasyah mengatakan penanganan masalah tidak bisa dengan pendekatan militer. Sehingga harus dipikirkan bersama langkah ke depan apa yang harus diambil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai Ukraina, Blair, lanjut Faiz, menjelaskan assessment-nya bagaimana konteks hubungan Rusia-AS. SBY menggarisbahwahi Rusia tetap harus dirangkul karena banyak masalah global yang tidak bisa diselesaikan apabila negara seperti Rusia tetap berada di pinggiran.
"Jadi memang peran Rusia sangat diperlukan dalam penanganan isu-isu timur tengah misalnya. Dan hal ini juga menjadi pemikiran Tony Blair. Dari sini beliau akan ke Amerika Serikat, dan juga akan ketemu dengan Obama, misalnya. Jadi hasil dari pembicaraan tadi tentunya akan dibagi dengan kepala-kepala negara lainnya," ungkapnya.
(mpr/mok)











































