"Kalau saya, harusnya mundur dulu kalau mau bertentangan dengan partai," kata Joncik kepada detikcom, Kamis (11/9/2014).
Joncik tak setuju Bima 'mendeklarasikan' sikap menentangnya. Seharusnya Bima membahas ketidaksetujuannya di internal partai terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun PAN belum memiliki sikap resmi terhadap para kepala daerahnya yang ikut menolak pilkada lewat DPRD. Keputusan soal kemungkinan pemberian sanksi baru akan dibahas nanti malam.
"Nanti malam ada rapat di DPP pukul 20.00 WIB," ujar Joncik.
Bima sendiri sudah menyatakan siap menerima sanksi dari PAN. Dia berkukuh menolak pilkada lewat DPRD karena menilai sistem itu merampas hak rakyat menentukan pemimpinnya.
"Saya tidak berpikir keluar dari partai, tapi kalau partai memberikan sanksi karena saya berbeda pendapat, ya harus siap. Tapi tidak terpikir sedikit pun untuk keluar dari partai," kata Bima Arya di Ruang Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, hari ini.
(trq/nrl)











































