Rapat dengan Konsorsium Operator Busway, Ahok Curhat Soal Mundur dari Gerindra

Hari ke-697 Jokowi-Ahok

Rapat dengan Konsorsium Operator Busway, Ahok Curhat Soal Mundur dari Gerindra

- detikNews
Kamis, 11 Sep 2014 16:18 WIB
Rapat dengan Konsorsium Operator Busway, Ahok Curhat Soal Mundur dari Gerindra
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan anggota Konsorsium Operator Busway bertemu. Dalam pertemuan sejam itu, Ahok memberikan wejangan dan bahkan sempat curhat seputar keputusannya mundur dari Partai Gerindra.

Ahok enerima sekitar 30-an orang anggota Konsorsium Operator Busway Koridor 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9 dan 10 di ruang rapat Wakil Gubernur, Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014). Rapat itu membahas soal Kelanjutan Pelaksanaan Pergub 63 Tahun 2014 Tentang Penetapan Operator Transjakarta.

Rapat dimulai pukul 9.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Di dalam, menurut salah satu peserta rapat, pembahasan diselingi dengan curhat Ahok soal bagaimana dia menolak Pilkada yang lewat DPRD hingga akhirnya memutuskan mundur dari partai. Suara Ahok terdengar meledak-ledak seperti biasa, hingga terdengar ke luar ruang rapat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi itu di dalam (rapatnya) lama gara-gara Pak Ahoknya curhat soal macam-macam, masalah pengunduran dirinya (dari partai)," kata Jun Tambunan, Direktur Operasional PT Jakarta Megatrans saat dihubungi detikcom.

Menurut Jun, hal itu sebenarnya sudah sering terjadi dalam beberapa kesempatan dia bertemu dengan Ahok. Apalagi Ahok termasuk orang yang ceplas ceplos dalam berbicara.

"Biasanya kalau beliau ketemu ya gitu, intinya sedikit tapi topik lainnya banyak. Tadi dia kasih arahanya-arahannya soal kalau jadi gubernur atau pejabat bagaimana, jangan korupsi, jangan jadi maling. Kalau jadi pengusaha juga begitu," ujar Jun.

Sementara soal inti rapat, kata Jun, hanya dibahas sebentar. Rapat itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan M Akbar, Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih, anggota konsorsium antara lain dari PT Trans Batavia, PT Jakarta Trans Metropolitan, PT Jakarta Megatrans.

"Tadi enggak ada keputusan, rapat itu hanya ngecek saja. Enggak ada yang istimewa buat kami operator lama. Enggak ada yang baru juga. Cuma diingatin saja konsorsium lama kalau sudah mau habis kontrak, bagaimana kesiapannya untuk perpanjang kontrak pengadaan bus. Kita semua siap-siap saja. Semuanya positif tadi," ungkap Jun.

(ros/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads