Beda dengan Gerindra dan PKS Soal RUU Pilkada, Ridwan Kamil: Tolong Hargai

Beda dengan Gerindra dan PKS Soal RUU Pilkada, Ridwan Kamil: Tolong Hargai

- detikNews
Kamis, 11 Sep 2014 15:41 WIB
Beda dengan Gerindra dan PKS Soal RUU Pilkada, Ridwan Kamil: Tolong Hargai
Jakarta -
Wali Kota Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil, menolak pilkada lewat DPRD. Ia tidak masalah jika harus berbeda pendapat dengan salah satu partai pengusungnya, Gerindra.

Pernyataan itu disampaikan sosok yang akrab disapa Emil ini di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014). Ia baru saja mengikuti rapat luar biasa para Bupati dan wali kota se-Indonesia yang tergabung dalam Apkasi dan Apeksi.

"Saya bukan kader (Gerindra), tapi diusung. Saya hormat kepada Partai Gerindra, kepada Partai PKS yang mengusung saya. Tapi untuk urusan fundamental, saya punya suara sendiri," kata Emil.

Dijelaskan Emil, belum ada tanggapan dari Gerindra terkait dirinya yang berbeda sikap. Dirinya sendiri merasa bukan sebagai kader partai yang dipimpin Prabowo Subianto.

"Beda dengan Pak Ahok ya. Kalau Pak Ahok kan kader ya, jadi ada konflik internal yang mungkin mengemuka. Kalau saya kan nggak. PKS nggak, Gerindra nggak. Jadi riak-riaknya tidak sebesar Pak Ahok," imbuh Emil.

Kata Emil, baik Gerindra maupun PKS harus menghargai sikapnya yang menolak pilkada lewat DPRD. Ia yakin bahwa pilkada langsung adalah yang terbaik.

"Kita ini harus menghargai perbedaan pendapat. Bahwa pendapatnya begitu, kan saya nggak marah. Tapi saya hargai. Cuma kita beda. Kami juga punya pendapat, tolong dihargai, dan kami kan punya kekuatan juga. Makanya hari ini penting ngumpul, bahwa kami semua sebagai objeknya, wali kota, bupati kompak menyatakan kita fokus dan yakin pemilihan langsung yang terbaik," ungkap Emil.

Bagi Emil, dirinya adalah produk dari pemilihan langsung saat maju menjadi Wali Kota Bandung. "Tanpa pemilihan langsung, orang-orang biasa seperti saya tidak mungkin masuk dalam jajaran wali kota," tukasnya.

(bar/mok)


Berita Terkait