Rina Santi, ketua RT setempat mengatakan, Kisnen dipergoki warga saat memberikan 4 ekor anjing dalam kondisi terikat kepada seorang sopir angkot yang diduga merupakan pembeli anjing pada pukuL 08.00 WIB. "Warga sempet negur saudara Kisnen dan mengejar angkot yang membawa anjing itu. Angkotnya dapet, tapi sopirnya kabur," kata Rina kepada wartawan, Kamis (11/9/2014).
Diduga kesal dengan aksi jualbeli anjing, puluhan warga menggeruduk rumah Kisnen yang sejak lama dijadikan sebagai lokasi pemotongan anjing. "Sama warga, Pak Kisnen dibawa ke kantor Polsek Tanah Sareal. Pas saya datang ke lokasi, rumah Pak Kisnen sudah ramai. Pak Kisnen juga sudah dibawa ke Polsek," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, Kisnen sempat melakukan perjanjian dengan warga dan pihak kelurahan untuk tidak beroperasi lagi (menjual dan memotong anjing). Namun kenyataannya, Kisnen melanggar perjanjiannya sendiri dan membuat marah warga. Warga yang tersulut emosi kemudian menggeruduk rumah Kisnen dan menyerahkannya ke Polsek Tanah Sareal.
(try/try)











































