Berbagai sindiran tajam bermunculan dari partai belambang burung Garuda emas itu. Mulai menyebut Ahok seperti kutu locat, tak berprestasi hingga tak menjalankan tata krama. Beriku 6 sindiran itu:
1. Dibilang Kutu Loncat
|
Ahok dan Fadli Zon
|
"Ini menunjukkan sosok yang bersangkutan seperti apa. Dia dikenal sebagai politisi pindah-pindah partai. Ini bukti pilkada langsung menghasilkan politisi kutu loncat. Tidak semua tapi sebagian seperti itu," kata Fadli kepada detikcom.
2. Tak Tahu Tata Krama
|
|
mengungkapkan wagub DKI yang diusungnya saat Pilkada DKI 2012 lalu itu tidak tahu etika dan tata krama.
"Jadi, begini ya, kalau masuk suatu partai, mengundurkan diri, itu hak politik, tidak masalah," kata Prabowo di kediaman Akbar Tanjung, Rabu (10/9/2014).
Saat ditanyaβ apakah Ahok mengabaikan Gerindra atau Gerindra sendiri yang mengabaikan ahok, Prabowo justru balik bertanya.
"Kok bisa Gerindra mengabaikan Ahok? Gerindra yang mencalonkan Ahok, saudara," ujarnya.
Prabowo sendiri tidak menjawab secara gamblang saat ditanya apakah dirinya kecewa atau tidak dengan pengunduran diri Ahok.
"Bagaimana ya, kalau toto kromo atau kalau etika antara manusia mungkin ada norma-norma ya, kira-kira begitu," katanya.
3. Merasa Kecolongan
|
|
"Kita kecolongan, terus terang ini pelajaran bagi kami, terkadang kita juga terlalu naif, ada orang yang mau berjuang dengan loyalitas, karena berjuang kan butuh loyalitas kan, ya kita merasa kecolongan, dan itu risiko di politik," kata Fadli Zon di kediaman Akbar Tandjung, Jalan Purnawarman No 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014) malam.
Kendati merasa kecolongan, menurut Fadli, pihaknya tidak menyesali telah mencalonkan Ahok yang berpasangan dengan Jokowi pada pilkada lalu itu.
"Kita juga tidak mau menyesali (telah menyalonkan Ahok), tapi kalau kita kecolongan, ya kita kecolongan iya," ujarnya.
4. Gerindra Hebat karena Prabowo Bukan Ahok
|
|
"Mana ada hebatnya buat partai. Gerindra hebat karena Prabowo, bukan karena Ahok," kata Taufik kepada wartawan di gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014).
Taufik menyatakan Ahok bukanlah salah satu kader terbaik partai. Menurutnya pengaruh keberadaan Ahok tak banyak bagi keberlangsungan partai.
"Nggak (kader terbaik). Hebatnya apa. Gerindra nggak ada Ahok juga jalan, waktu ada Ahok jalan, nggak ada Ahok juga bakal tetap jalan," ucapnya.
5. Anggap Ahok Tak Berprestasi
|
|
"Prestasinya apa? Membersihkan waduk? Jangan sampai waduk di dekat situ nanti muncul apartemen mewah. Kalau memperbaiki PKL, itu tugas. Tugas dia sebagai wagub, bukan prestasi," ucap pria berusia 43 tahun ini.
Fadli juga tidak merasa nama Gerindra terangkat dengan kinerja Ahok selama ini. "Enggak juga, kerjanya kan cuma marah-marahin bawahan saja," ujarnya.
6. Tak Merasa Rugi
|
|
"Satu mati, dua berganti. Kader pergi kami ciptakan kader lain. Ini filosofi Pak Prabowo," ujar Waketum Gerindra Edhy Prabowo saat dihubungi Rabu (10/9/2014).
"Kami nggak merasa rugi, kita bisa ciptakan kader terbaik lainnya.Tapi masyarakat menilai akan menilai perjalanan Ahok dari parpol mana. Karena saat mengusung kami melihat Ahok sosok baik dan kalau sekarang mundur, silakan saja," sambung Edhy.
Halaman 2 dari 7











































